HeadlineWakil Rakyat

Block Petisah Dibangun, Wong: UMKM Lokal Naik Kelas dan Pasar Legendaris Medan Bangkit

323
×

Block Petisah Dibangun, Wong: UMKM Lokal Naik Kelas dan Pasar Legendaris Medan Bangkit

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Pasar Petisah, salah satu pusat perdagangan legendaris di Kota Medan, bersiap memasuki babak baru. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas resmi melakukan groundbreaking pembangunan Block Petisah, Senin (12/10/2026). Mengusung konsep pasar kreatif yang memadukan kuliner, ruang berkumpul, dan aktivitas ekonomi kreatif, proyek ini diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen Tarigan yang hadir dalam kegiatan tersebut diharapkan turut mengawal agar pembangunan Block Petisah tidak hanya mempercantik kawasan pasar, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan pedagang dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Dukungan terhadap pengembangan pasar tradisional ini perlu dibarengi dengan keberpihakan kepada UMKM lokal, kepastian bagi pedagang lama, serta pengelolaan yang transparan dan berkelanjutan. Dengan demikian, revitalisasi Pasar Petisah tidak hanya menjadi proyek pembangunan fisik, tetapi juga momentum untuk memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah persaingan pusat perbelanjaan modern.

Pembangunan Block Petisah tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui skema kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PUD Pasar Kota Medan, dengan pihak investor. Pada tahap awal, kawasan ini direncanakan menampung sekitar 200 UMKM, dengan sasaran pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Dalam kegiatan groundbreaking tersebut, turut hadir Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan, Ketua DPD Walubi Sumut Meriyawaty Amelia Prasetio, tokoh agama Buya Amirruddin, serta jajaran pimpinan perangkat daerah Pemko Medan dan direksi PUD Pasar.

Rico Waas Ingin Pasar Petisah Kembali Jadi Magnet Pengunjung

Rico Waas mengatakan, pengembangan Block Petisah bukan sekadar memperbarui tampilan fisik pasar, melainkan membangun ekosistem perdagangan yang mampu menjawab perubahan zaman dan persaingan dengan pusat perbelanjaan modern.

“Pasar Petisah ini monumental, ikonik, dan sangat dikenal. Namun, pasar tradisional menghadapi tantangan dengan berkembangnya pasar modern dan pusat-pusat ritel lainnya. Karena itu, kita ingin membangun pasar kreatif yang disukai masyarakat dan anak-anak muda, sekaligus menjadi tempat berkumpul yang dapat mendorong UMKM semakin berkembang,” ujar Rico.

Menurut Rico, Pasar Petisah memiliki nama besar dan potensi yang dapat menjadi modal untuk menarik kembali minat masyarakat. Konsep pasar kreatif diharapkan menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih menarik sekaligus menjadi ruang interaksi, berkumpul, dan berkegiatan bagi masyarakat.

Rico mencontohkan konsep pasar kreatif seperti Pasar Santa di Jakarta dan The Hallway Space di Bandung, yang memadukan aktivitas perdagangan dengan ruang kreatif. Konsep serupa diharapkan berkembang di Medan tanpa menghilangkan kesempatan bagi pelaku usaha lokal.

“Kalau sirkulasi ekonominya terbangun, mudah-mudahan PAD juga semakin baik. Yang kita dorong bukan hanya pembangunan tempatnya, tetapi bagaimana aktivitas ekonomi di dalamnya berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, pengembangan Block Petisah harus disertai perencanaan dan aturan yang jelas agar seluruh pelaku usaha dapat tumbuh secara tertib dan berkelanjutan. Penataan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemko Medan mengelola aktivitas perdagangan, termasuk usaha kuliner dan angkringan yang tersebar di sejumlah ruas jalan.

Menurut Rico, para pelaku usaha perlu dirangkul melalui peningkatan kualitas produk, kepatuhan terhadap aturan, dan penataan ruang usaha yang memberikan manfaat bagi semua pihak.

“Kita sedang membangun ekosistem yang baik. Perlu aturan dan perencanaan yang matang, bagaimana pelaku usaha bisa meningkatkan kualitas produknya, tetap mengikuti aturan, tetapi pendapatannya juga semakin baik. Kita ingin merangkul semuanya,” tegas Rico.

Ia berharap Block Petisah tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga berkembang sebagai ruang kegiatan kreatif dan event space yang menghidupkan interaksi masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan menciptakan efek berganda bagi usaha kecil, mulai dari kuliner, fesyen, hingga produk dan komunitas kreatif.

PUD Pasar Prioritaskan 200 UMKM Lokal

Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, menjelaskan bahwa pembangunan Block Petisah merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Medan untuk mengembangkan pasar tradisional menjadi ruang kreatif yang mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Anggia menyebutkan, Block Petisah direncanakan menghadirkan sekitar 200 pelaku usaha dengan fokus pada sektor kuliner dan berbagai kegiatan ekonomi kreatif. UMKM asal Kota Medan menjadi prioritas agar kawasan tersebut dapat menjadi wadah bagi usaha lokal untuk berkembang dan memperluas pasar.

“Komitmen kita bersama investor adalah bagaimana memfasilitasi dan memberdayakan pelaku UMKM Kota Medan. Karena ini untuk kelas UMKM, biaya sewanya akan dibuat sangat terjangkau dengan skema pembayaran per tahun,” jelas Anggia.

Ia menegaskan, pengelolaan Block Petisah diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada UMKM binaan Kota Medan, bukan didominasi merek besar atau pelaku usaha dari luar daerah.

Selain membangun kawasan kreatif, PUD Pasar juga memastikan penataan pedagang lama menjadi bagian dari proses revitalisasi. Pedagang kuliner yang telah berjualan sebelumnya akan diprioritaskan, sedangkan pedagang di lantai dua yang terdampak pembangunan telah melalui proses zonasi dan relokasi.

“Pedagang kuliner yang sudah ada akan kita prioritaskan. Untuk pedagang lantai dua yang terdampak, proses relokasi dan penzonasiannya sudah dilakukan, termasuk pencabutan nomor tempat. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan,” ujarnya.

Pedagang Berharap Pasar Petisah Kembali Ramai

Harapan kebangkitan Pasar Petisah juga datang dari warga dan pedagang yang selama ini menggantungkan penghidupan di kawasan tersebut.

William, pedagang makanan ringan atau snack di Pasar Petisah, menyambut positif pembangunan Block Petisah. Ia berharap pembaruan kawasan tersebut mampu menarik lebih banyak pengunjung, termasuk masyarakat dari luar kawasan pasar.

“Bagus sih. Selama ini sudah agak sepi. Mudah-mudahan makin hidup, banyak orang luar yang masuk, banyak pengunjung, dan pasar ini semakin berkembang,” kata William.

Ia mengungkapkan, kondisi pasar yang cenderung sepi telah dirasakan lebih dari 10 tahun. Karena itu, ia menaruh harapan besar terhadap konsep baru Block Petisah agar aktivitas perdagangan kembali bergairah dan berdampak pada pendapatan para pedagang.

Harapan serupa disampaikan Sundari, warga yang kerap berbelanja pakaian di Pasar Petisah. Menurutnya, revitalisasi tersebut berpeluang mengangkat kembali nama Pasar Petisah sebagai salah satu pusat belanja yang dikenal masyarakat Kota Medan.

“Saya berharap Petisah dibangun dan direnovasi agar kembali menjadi tempat yang ternama di Kota Medan,” ujarnya.

Sundari mengatakan, dirinya memilih berbelanja pakaian di Pasar Petisah karena harga produknya terjangkau, dengan kualitas bahan yang dinilai baik dan tahan lama.

Dengan rencana menghadirkan sekitar 200 UMKM, memprioritaskan pedagang lokal, serta memadukan perdagangan dengan kegiatan kreatif, Block Petisah diharapkan menjadi momentum kebangkitan pasar legendaris Medan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kawasan tersebut benar-benar ramai, memberikan ruang usaha yang adil, dan meningkatkan pendapatan pedagang secara berkelanjutan.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *