MEDAN, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegur PLN terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir. Bobby meminta PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak serta memperbaiki komunikasi terkait jadwal dan wilayah pemadaman.
Disebutkannya, banyak masyarakat mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang dinilai merugikan, terutama pelaku usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik. Menurutnya, pelanggan juga tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai jadwal maupun lokasi pemadaman.
“Masyarakat sudah mengeluh, mereka merugi akibat pemadaman bergilir ini. Masalahnya, masyarakat tidak tahu kapan dan di mana pemadaman terjadi karena informasinya tidak jelas. Akibatnya, mereka tidak bisa melakukan persiapan dan kondisi ini berulang setiap hari,” kata Bobby saat meninjau Kantor PLN UP2B Sumbagut di Medan, Senin (8/6/2026).
Bobby menilai masyarakat masih bisa memahami kondisi darurat akibat rusaknya belasan tower transmisi listrik karena cuaca ekstrem. Namun, menurutnya, PLN tetap harus menyampaikan informasi secara terbuka kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kalau ada kendala seperti ini, sampaikan kepada pemerintah daerah. Mana yang bisa dibantu akan kami bantu. Libatkan juga bupati dan wali kota agar sosialisasi ke masyarakat berjalan baik,” tegasnya.
Selain meminta perbaikan layanan, Bobby juga mendesak PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak. Bentuk kompensasi bisa berupa potongan tagihan listrik maupun diskon pembelian token listrik prabayar sesuai ketentuan yang berlaku.
“Besaran kompensasi biar PLN yang menentukan. Tapi yang jelas harus ada kompensasi. Sebab masyarakat dirugikan akibat pemadaman yang terjadi,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, General Manager PLN UID Sumut Mundakhir Salman menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sumut atas gangguan layanan kelistrikan yang terjadi.
Ia mengatakan PLN saat ini mempercepat perbaikan terhadap 12 tower SUTET yang mengalami kerusakan. Terkait usulan kompensasi, pihaknya akan meneruskan permintaan tersebut kepada Kementerian ESDM karena kewenangan penetapan kompensasi berada di pemerintah pusat.
PLN menargetkan proses perbaikan jaringan selesai dalam dua hingga tiga hari ke depan sehingga pasokan listrik kembali normal.(rel)







