Pemerintahan

Bobby Fokus 6 Basis Pembangunan Sumut 2027, Prioritaskan Kepulauan Nias

117
×

Bobby Fokus 6 Basis Pembangunan Sumut 2027, Prioritaskan Kepulauan Nias

Sebarkan artikel ini
Foto:Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama Wakil Gubernur Sumut Surya, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, serta Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada pembukaan Musrenbang Sumut 2026 di Ballroom Hotel Santika Dyandra, Medan, Rabu (22/4/2026). Turut hadir bupati/wali kota se-Sumut serta unsur Forkopimda Sumut. (Ist)

MEDAN, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memfokuskan arah pembangunan daerah pada enam basis utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sumut tahun 2027.

Enam basis tersebut meliputi akselerasi pertumbuhan berkualitas, peningkatan produktivitas, peningkatan investasi, pengembangan industri berbasis potensi daerah, penguatan daya saing daerah, serta pemulihan pascabencana.

Hal itu disampaikan Bobby saat membuka Musrenbang RKPD Sumut 2027 di Hotel Santika Dyandra, Medan, Rabu (22/4/2026). Ia menegaskan salah satu fokus utama adalah percepatan pembangunan di Kepulauan Nias guna mengurangi kesenjangan antarwilayah.

“Ini solusi yang harus kita lakukan, salah satunya yang akan kami lakukan di tahun 2027, di antaranya di Kepulauan Nias,” kata Bobby.

Untuk mendukung pengembangan wilayah tersebut, Pemprov Sumut menetapkan tiga klaster pembangunan di Kepulauan Nias, yakni kawasan produksi, logistik, dan pariwisata.

“Untuk jalur logistik ini paling penting, kami coba membangun pergudangan logistik, cold storage atau gudang, logistik akan kita stok di satu titik,” ujarnya.

Bobby menjelaskan, rencana pembangunan tahun 2027 merupakan fase ekspansi dari program yang telah dimulai sejak 2025, dengan harapan memberikan dampak berkelanjutan hingga 2029.

Selain sektor pembangunan fisik, Pemprov Sumut juga menggulirkan kebijakan pendidikan gratis yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2026. Program ini menyasar Kepulauan Nias dan wilayah terdampak bencana.

“Perencanaan di 2026 itu untuk sekolah gratis, contohnya hanya di wilayah Kepulauan Nias. Seluruh SMA, SMK, SLB itu tidak ada lagi iuran apapun, termasuk komite sekolah. Ini juga kami larang. Awalnya hanya di Kepulauan Nias, tapi karena ada bencana di akhir 2025 kami perluas jadi Kepulauan Nias dan daerah terdampak bencana,” ujarnya.

Di sektor kesehatan, Pemprov Sumut juga memberikan beasiswa bagi calon dokter spesialis dengan prioritas penempatan di Kepulauan Nias. Saat ini terdapat 18 dokter yang tengah menempuh pendidikan spesialis di Universitas Sumatera Utara.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai indikator pembangunan Sumut menunjukkan tren positif, meskipun pemerataan masih perlu ditingkatkan. Ia juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut yang berada di atas rata-rata nasional.

“IPM menunjukkan kualitas masyarakat di Sumut, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. IPM Sumut ini 76,47, lebih tinggi daripada nasional 75,90. Artinya kualitas SDM Sumut relatif bagus dibanding nasional,” kata Tito.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, Wakil Gubernur Sumut Surya, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, serta para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *