Pemerintahan

Bobby Respons Cepat Kasus Ibu Hamil Ditandu 30 Km, Puskesmas Rawat Inap Dipacu

315
×

Bobby Respons Cepat Kasus Ibu Hamil Ditandu 30 Km, Puskesmas Rawat Inap Dipacu

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mempercepat program peningkatan puskesmas rawat inap di daerah terpencil. Langkah itu dilakukan usai peristiwa ibu hamil di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang harus ditandu sejauh 30 kilometer selama enam jam akibat akses jalan rusak dan jauhnya fasilitas kesehatan.

Bobby menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (12/5/2026). Ia menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.

“Kami dari provinsi menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah bersama agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat lebih mudah dijangkau,” kata Bobby.

Menurut Bobby, persoalan di wilayah terpencil bukan hanya fasilitas kesehatan, tetapi juga akses infrastruktur menuju layanan kesehatan yang masih terbatas.

Karena itu, Pemprov Sumut mendorong peningkatan status puskesmas menjadi puskesmas rawat inap, khususnya di daerah yang berjarak lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit.

“Puskesmas yang jaraknya lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit kita dorong menjadi puskesmas rawat inap. Program ini sudah kita siapkan dan dipercepat mulai tahun ini,” ujarnya.

Bobby mengatakan Pemprov Sumut telah meminta pemerintah kabupaten/kota mengecek standar fasilitas puskesmas di masing-masing daerah. Jika standar pelayanan telah terpenuhi, Pemprov Sumut siap memberikan dukungan anggaran.

“Standarnya sudah ada. Ketika sudah memenuhi standar, pemerintah provinsi akan membantu agar puskesmas tersebut bisa menjadi puskesmas rawat inap,” katanya.

Ia menjelaskan program peningkatan puskesmas rawat inap sebelumnya direncanakan dimulai pada 2027. Namun pelaksanaannya dipercepat tahun ini karena adanya dukungan bantuan pemerintah pusat.

“Awalnya direncanakan mulai 2027, tetapi kita percepat tahun ini karena ada dukungan bantuan dari pemerintah pusat,” ucapnya.

Selain peningkatan layanan kesehatan, Pemprov Sumut juga mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan menuju wilayah terpencil agar akses masyarakat terhadap layanan kesehatan lebih mudah dan cepat.

“Kita bukan hanya mendorong programnya, tetapi juga menyiapkan dukungan keuangannya. Tinggal bagaimana kabupaten dan kota mengajukan sesuai kebutuhan daerahnya,” pungkas Bobby.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *