Headline

Dinkes Medan Minta Warga waspada Influenza A

323
×

Dinkes Medan Minta Warga waspada Influenza A

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Influenza A menyusul adanya peningkatan kasus pada September 2026. Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat 15 kasus Influenza A dan 3 kasus Influenza B di Kota Medan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes, mengatakan peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian serius. Menurutnya, Influenza A merupakan penyakit yang disebabkan virus dan dapat menular dengan mudah dari satu orang ke orang lain, terutama melalui saluran pernapasan.

“Faktor penyebab Influenza A ini adalah virus Influenza A yang sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lain,” kata Surya saat dikonfirmasi usai Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (1/10/2026).

Menindaklanjuti arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Dinkes Medan memperkuat kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan. Surat pemberitahuan terkait kewaspadaan Influenza A telah diterbitkan dan disosialisasikan kepada seluruh Puskesmas dan rumah sakit se-Kota Medan.

Surat tersebut menjadi pedoman kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam mendeteksi dan menangani masyarakat yang mengalami gejala influenza.

Surya mengatakan kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih meliputi lanjut usia (lansia), warga dengan penyakit penyerta atau komorbid, serta pelaku perjalanan luar negeri.

“Karena sangat gampang menyebar, jadi memang terkait virus ini harus benar-benar diantisipasi supaya penyebarannya dapat diantisipasi dengan berbagai cara,” ujarnya.

Warga Diminta Terapkan PHBS

Dinkes Medan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna menekan risiko penularan.

Masyarakat diminta rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker ketika mengalami gejala seperti batuk atau pilek.

“Dengan menggunakan masker juga sebagai salah satu pilihan bila mengalami gejala pilek ataupun batuk,” jelas Surya.

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala influenza. Jika mengalami demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, malaise atau rasa lemah, serta nyeri otot (myalgia), warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti Puskesmas.

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, ataupun perasaan lemah atau malaise, maupun nyeri-nyeri otot atau myalgia,” katanya.

Puskesmas dan RS Diminta Perkuat Skrining

Dalam surat kesiapsiagaan tersebut, Dinkes Medan meminta seluruh Puskesmas dan rumah sakit meningkatkan langkah deteksi dini terhadap pasien yang memiliki gejala influenza.

Di Puskesmas, skrining dilakukan terhadap pasien dengan demam di atas 38 derajat Celsius dan batuk, dengan gejala berlangsung tidak lebih dari 10 hari.

Sementara di rumah sakit, skrining dilakukan terhadap pasien yang masuk dengan demam di atas 38 derajat Celsius atau batuk, dengan gejala tidak lebih dari 10 hari dan membutuhkan perawatan inap.

Dinkes Medan juga mendorong pelaksanaan penyuluhan dan penggerakan masyarakat, termasuk melibatkan organisasi masyarakat potensial serta memanfaatkan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya pencegahan Influenza A.

Dinkes Medan mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan tanpa panik. Penerapan PHBS, etika batuk dan bersin, penggunaan masker saat mengalami gejala, serta pemeriksaan lebih dini di fasilitas kesehatan diharapkan dapat membantu menekan risiko penularan Influenza A di Kota Medan.(ac)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *