DELI SERDANG, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan kesejahteraan buruh menjadi prioritas utama pemerintah. Hal itu disampaikannya saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, Jumat (1/5/2026).
Peringatan May Day tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, Kapolda Sumut Irjen Pol Wishnu Hermawan Februanto, Pj Sekdaprov Sulaiman Harahap, pimpinan DPRD Sumut, Ketua Panitia Hari Buruh Elfianti Tanjung, perwakilan Forkopimda Sumut, sejumlah kepala daerah, serta ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja.
Dalam sambutannya, Bobby menyebut kehadiran sekitar 77 serikat buruh/pekerja membuat suasana acara berlangsung meriah dan penuh kekompakan. Ia menilai hal itu tidak terlepas dari intensnya diskusi antara Pemprov Sumut dan serikat buruh dalam setahun terakhir yang melahirkan berbagai kebijakan.
“Saya ucapkan terima kasih atas peran buruh di Sumut. Bukan hanya menjadi tulang punggung ekonomi, tetapi juga membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan agar manfaatnya bisa dirasakan seluruh buruh di Sumatera Utara,” ujar Bobby.
Terkait tuntutan buruh, Bobby menegaskan seluruhnya menjadi bahan pertimbangan penting dengan skala prioritas yang sama. Di antaranya perlindungan terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), pemberlakuan upah layak, pengesahan undang-undang ketenagakerjaan baru, hingga penghapusan outsourcing.
“Semua tuntutan buruh itu prioritas. Yang bisa kami putuskan di tingkat provinsi akan langsung dieksekusi, sementara yang menjadi kewenangan pusat akan kami sampaikan ke Presiden,” katanya.
Bobby juga meminta kepala daerah kabupaten/kota di Sumut bekerja sama mengendalikan harga bahan pokok, khususnya di wilayah dengan jumlah pekerja tinggi. Salah satunya melalui operasi pasar agar beban masyarakat tidak semakin berat.
“Setinggi apa pun upah, kalau harga kebutuhan pokok ikut naik, kesejahteraan buruh tetap terganggu. Karena itu perlu operasi pasar,” jelasnya.
Selain itu, Bobby menyoroti program pengadaan rumah bagi pekerja. Ia menilai perlu dirumuskan skema khusus di tingkat provinsi agar tidak tumpang tindih dengan program subsidi nasional.
“Kita akan bahas skema khusus, termasuk kemungkinan dukungan dari Bank Sumut. Harapannya buruh tidak hanya menyewa rumah, tetapi bisa memiliki aset,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan ketenagakerjaan, termasuk penambahan anggaran dan jumlah pengawas tenaga kerja, mengingat jumlah perusahaan tidak sebanding dengan petugas pengawas saat ini.
“Selamat Hari Buruh Internasional. Semoga buruh semakin sejahtera dan tetap menjadi tulang punggung ekonomi Sumut,” pungkasnya.
Peringatan Hari Buruh Internasional tersebut juga ditandai dengan pemotongan tumpeng serta pemberian hadiah undian (lucky draw) berupa sepeda motor, sepeda, dan hadiah lainnya.(rel)






