Headline

Rico: Dorong Optimalisasi Galeri Dekranasda Bagi Produk UMKM

321
×

Rico: Dorong Optimalisasi Galeri Dekranasda Bagi Produk UMKM

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Airin Rico Waas, mendorong optimalisasi Galeri Mustika Deli Dekranasda sebagai pusat promosi dan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk lokal sekaligus memperluas jangkauan pasar bagi perajin dan pelaku UMKM di Kota Medan.

Upaya tersebut dibahas saat Rico Waas dan Airin menerima kunjungan kurator seni dan budaya Edward Hutabarat, yang akrab disapa Edo, di Galeri Mustika Deli Dekranasda Medan, Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP), Jalan Iskandar Muda, Minggu (18/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Rico menekankan pentingnya pembenahan galeri secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, penataan ruang pamer, hingga penguatan promosi agar produk UMKM Medan semakin menarik dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Galeri Dekranasda ini pembangunannya dilakukan secara bertahap. Dari masukan-masukan yang diberikan Bang Edo tentunya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas produk dan bagaimana nilai produk tersebut bisa meningkat,” ujar Rico Waas.

Menurutnya, Galeri Mustika Deli tidak sekadar menjadi tempat memajang produk kerajinan, tetapi juga harus berfungsi sebagai ruang pemasaran yang representatif bagi pelaku UMKM dan perajin seni kriya.

Dengan pengelolaan yang lebih baik, produk lokal diharapkan memiliki daya tarik lebih kuat, menjangkau konsumen yang lebih luas, serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Medan, Airin Rico Waas, menyambut positif berbagai masukan yang disampaikan Edward Hutabarat. Menurutnya, pandangan dari praktisi seni dan budaya tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk menyempurnakan pengelolaan galeri sekaligus meningkatkan kualitas produk yang dipasarkan.

“Tentunya suatu kehormatan bagi kami karena hari ini kedatangan Bang Edo dari Jakarta, yang merupakan pakar di bidang seni. Banyak masukan yang kami dapatkan dari Bang Edo saat berkeliling melihat produk-produk di Galeri Mustika Deli Dekranasda,” ujar Airin.

Ia mengungkapkan, sejumlah masukan yang diterima menyangkut detail pengembangan produk dan penataan galeri yang selama ini belum sepenuhnya menjadi perhatian. Hal tersebut menjadi inspirasi bagi Dekranasda untuk terus berbenah dan menghadirkan ruang promosi yang semakin baik bagi pelaku UMKM.

“Senang sekali tadi kami diberikan masukan. Ada hal-hal mendetail yang mungkin selama ini tidak terpikirkan oleh kami. Ini tentunya menjadi inspirasi untuk terus melakukan pembenahan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Edward Hutabarat turut mengapresiasi produk-produk yang dipamerkan di Galeri Mustika Deli. Ia menilai pengembangan produk lokal perlu memperhatikan desain yang menarik, fungsional, praktis, serta memiliki harga yang terjangkau agar dapat diterima oleh berbagai kalangan konsumen.

Berbekal pengalaman selama 25 tahun mendalami UMKM dan budaya di berbagai daerah di Indonesia, Edward menekankan empat prinsip penting dalam pengembangan produk lokal, yakni identitas, kualitas, kreativitas, dan kesederhanaan.

Menurutnya, kekuatan produk lokal tidak hanya terletak pada warisan budaya yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha mengolahnya menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar masa kini tanpa kehilangan identitasnya.

“Yesterday, today harus sustain for tomorrow,” ujar Edward, menegaskan pentingnya kesinambungan antara warisan budaya masa lalu dan kreativitas masa kini agar produk lokal tetap berkembang dan mampu menghadapi tantangan pasar.

Melalui pembenahan berkelanjutan serta kolaborasi dengan para ahli dan praktisi yang kompeten, Dekranasda Kota Medan diharapkan mampu menjadikan Galeri Mustika Deli sebagai pusat promosi produk lokal yang semakin representatif.

Optimalisasi galeri ini juga diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi UMKM dan perajin, sehingga produk unggulan Kota Medan tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional.(ac)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *