Pemerintahan

Sumut Kembangkan Portal Data Bencana Terpadu

350
×

Sumut Kembangkan Portal Data Bencana Terpadu

Sebarkan artikel ini
Foto: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Asim Saputra dalam temu pers bertema “Sensus Ekonomi Sumatera Utara” yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis, 12 Maret 2026. (ist)

MEDAN, Menarapos.id — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumatera Utara mengembangkan satu data tunggal kebencanaan melalui portal Anjungan Satu Data Daerah (PASADA). Portal tersebut diharapkan mendukung pemerintah dalam pengambilan keputusan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra mengatakan portal PASADA telah dikembangkan bersama Diskominfo dan dapat diakses melalui laman www.pasada.sumutprov.go.id.

“Portal ini mengintegrasikan dan menyatukan berbagai data, termasuk kondisi bencana yang sudah ditampilkan dan dapat diakses melalui dashboard kebencanaan,” kata Asim dalam konferensi pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut Asim, portal tersebut tidak hanya memuat data dari BPS, tetapi juga mengintegrasikan data dari berbagai dinas, perangkat daerah, serta pemangku kepentingan lainnya. Data yang tersedia telah ditransformasikan agar lebih mudah diakses dan dipahami oleh pengguna.

Ia menilai ketersediaan data kebencanaan sangat penting untuk memastikan kesiapan pemerintah dalam menilai dampak bencana, seperti kerusakan infrastruktur maupun fasilitas pendidikan.

“Data ini membantu pemerintah mengecek infrastruktur yang rusak, sekolah yang roboh, dan dampak lainnya. Dengan begitu, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat dilakukan lebih tepat,” ujarnya.

BPS Sumatera Utara, kata Asim, berkomitmen mendukung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam merancang pembangunan berbasis data. Portal PASADA dibangun untuk mengintegrasikan berbagai sumber data agar pengelolaannya lebih terpadu, akurat, dan real time.

Selain memuat data dampak bencana terbaru, portal tersebut juga menyajikan data dampak bencana periode 2020–2023. Informasi yang tersedia mencakup jumlah korban, kerusakan rumah, lahan pertanian, ternak, hingga fasilitas umum.

Portal itu bersifat terbuka dan dapat diakses oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, akademisi, maupun media.

BPS Sumatera Utara juga telah melakukan pemetaan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana melalui verifikasi lapangan atau ground check saat pendataan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Kami menelusuri bangunan usaha yang rusak, yang masih beroperasi maupun yang sudah tidak ada. Semua kami kunjungi saat ground check di daerah bencana seperti Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Data ini akan menjadi pedoman untuk Sensus Ekonomi 2026,” kata Asim.

Selain data kebencanaan, portal PASADA juga mengembangkan dashboard data pengguna narkoba di Sumatera Utara.

Menurut Asim, data tersebut nantinya bersumber dari aparat keamanan di tingkat desa, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, yang memetakan korban penyalahgunaan narkoba di wilayahnya.

“Tools-nya disiapkan BPS, sedangkan operasionalnya nanti oleh BNN provinsi,” ujarnya.

Ia berharap portal PASADA dapat menjadi sistem terintegrasi yang memungkinkan perangkat daerah mengelola dan mempublikasikan data secara terbuka dengan visualisasi yang mudah dipahami.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *