Politik

Zulkarnaen: Nilai Pancasila Benteng Generasi Muda dari Narkoba dan Digitalisasi

224
×

Zulkarnaen: Nilai Pancasila Benteng Generasi Muda dari Narkoba dan Digitalisasi

Sebarkan artikel ini
Teks: Pelaksanaan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Wakil Ketua DPRD Medan H Zulkarnaen SKM. (Amsal)

MEDAN, Menarapos.id – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen, SKM menggelar kegiatan pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IKWK).

Acara yang dihadiri oleh unsur Forkopimcam Medan Timur, diantara Sekcam Medan Timur Faisal Harahap, Bhabinkamtibmas Polsek Medan Timur Denny R Tamba, Babinsa Koramil Medan Timur Dicky A Lubis, Seklur Tegal Rejo Izan MT, Tokoh Masyarakat Milhan Siregar, serta ratusan warga ini mengusung tema penting: “Pancasila sebagai Sumber Nilai, Moral, dan Etika Publik”, berlangsung di Jalan Mapilindo Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Sabtu 11 Juli 2026.

​Dalam pemaparannya, politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini menyoroti fenomena mulai terkikisnya nilai-nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

Tantangan Digitalisasi dan Ancaman Narkoba

​H. Zulkarnaen mengungkapkan keprihatinannya terhadap kemerosotan moral anak bangsa yang kian kentara di era modern. Ia menggarisbawahi dua faktor utama yang menjadi pemicu ekstrem dari pergeseran etika ini, yaitu penyalahgunaan gawai (handphone) yang tidak terkontrol serta maraknya peredaran narkoba.

​”Anak-anak zaman sekarang ini sudah mulai kehilangan rasa segan dan hormat, baik kepada orang tua di rumah maupun kepada guru-guru mereka di sekolah. Ini menjadi alarm atau tanda nyata adanya penurunan nilai-nilai Pancasila yang tertanam di dalam diri mereka,” ujar Zulkarnaen secara langsung.

Pancasila sebagai Fondasi Etika Publik

​Dalam materi yang disampaikan, Zulkarnaen menjelaskan secara rinci kedudukan penting Pancasila. Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar pedoman abstrak, melainkan rujukan aplikatif yang mengatur batasan baik dan buruknya suatu keputusan, tindakan, maupun kebijakan publik di Indonesia.

​Di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai keutamaan seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan/Musyawarah Mufakat, serta Keadilan Sosial. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi standar moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

​”Kita semua mungkin memiliki latar belakang budaya, agama, atau kepentingan pribadi yang berbeda-beda. Namun di ranah publik, kita tidak bisa serta-merta menggunakan nalar pribadi atau kelompok kita sendiri. Di sinilah Pancasila hadir sebagai titik temu dan filter moral agar kita bisa hidup berdampingan dengan damai,” jelasnya.

Gotong Royong Membentengi Anak dari Dampak Gawai

​Kegiatan ini juga membuka ruang dialog interaktif yang hangat bersama warga. Salah seorang ibu rumah tangga, Risma Sitompul, mengeluhkan kesulitannya membimbing anak di era digital. Ia merasa anak-anak kini jauh lebih sibuk dengan gadget hingga kerap mengabaikan nasihat orang tua.

​Menanggapi hal tersebut, H. Zulkarnaen membagikan tips pola asuh yang ia terapkan di keluarga kecilnya sendiri. Ia menekankan pentingnya komitmen orang tua dalam membatasi waktu penggunaan gawai.

​”Di rumah, saya dan istri menerapkan aturan ketat. Senin sampai Sabtu selama hari sekolah, anak-anak sama sekali tidak memegang handphone, kecuali hanya untuk memberi kabar jika sudah sampai di sekolah atau saat hendak pulang. Mereka baru kami bebaskan menggunakan HP pada hari Minggu, dari pagi sampai jam 5 sore. Pola disiplin waktu seperti ini sangat penting agar anak tidak kecanduan,” tutur Zulkarnaen berbagi pengalaman.

Rencana Penguatan Kurikulum P4 di Kota Medan

​Menyahuti aspirasi dari warga lainnya, Bapak Hidayat, yang mengusulkan agar pelajaran bermuatan moral seperti Pendidikan Moral Pancasila (PMP) atau P4 dihidupkan kembali, Zulkarnaen memberikan respons yang sangat positif. Ia menilai usulan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.
​Ia berjanji akan membawa poin penting ini ke ranah legislatif dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Medan.

​”Ini masukan yang sangat bagus. Kami di DPRD Medan akan mencoba memasukkan agenda ini dalam rapat bersama Pemerintah Kota Medan, khususnya Wali Kota. Kita ingin agar program penguatan Ideologi Pancasila ini bisa masuk kembali ke dalam kurikulum pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di bawah naungan Pemko Medan. Kita ingin anak-anak kembali memiliki rasa hormat, cinta, dan menghargai orang tua serta guru mereka,” tegasnya disambut tepuk tangan riuh warga.

Perang Total Terhadap Narkoba

​Di akhir acara, legislator Medan ini juga memberikan pesan tegas mengenai bahaya narkoba. Merespons kekhawatiran warga (Mama Rido) tentang adanya indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar, Zulkarnaen meminta warga untuk tidak takut melapor ke pihak berwajib seperti Polsek setempat.

​”Jangan takut untuk melapor jika melihat ada tempat atau aktivitas mencurigakan terkait narkoba. Laporkan ke pihak berwajib atau melalui call center yang tersedia. Kami jamin, kerahasiaan identitas Ibu dan Bapak sekalian dilindungi oleh hukum. Mari kita bersama-sama memagari anak-anak kita dan menjaga lingkungan ini agar tetap bersih dari narkoba,” pungkasnya menutup sosialisasi.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *