Pemerintahan

Bantuan 10 Sapi dari Bobby untuk Korban Bencana Tapsel–Tapteng

319
×

Bantuan 10 Sapi dari Bobby untuk Korban Bencana Tapsel–Tapteng

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id — Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyalurkan bantuan 10 ekor sapi kepada korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Bantuan ini disebut berasal dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution.

Distribusi sapi dilakukan ke sejumlah desa terdampak, dengan melibatkan aparat kecamatan dan pemerintah desa. Skema ini diklaim untuk memastikan bantuan tepat sasaran di tengah kondisi masyarakat yang masih dalam masa pemulihan pascabencana.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Fariz Haholongan Hutagalung, mengatakan bantuan tersebut telah diserahkan langsung kepada warga. “Sepuluh ekor sapi telah didistribusikan kepada masyarakat Tapanuli Selatan dalam rangka menyambut Idul Fitri,” ujarnya.

Di Tapanuli Selatan, bantuan tersebar di lima titik: Desa Hutagodang, Desa Garoga, dan Desa Aek Ngadol di Kecamatan Batang Toru; Desa Tandihat di Kecamatan Angkola Selatan; serta Kelurahan Sayur Matinggi di Kecamatan Batang Toru—masing-masing menerima satu ekor sapi.

Sementara di Tapanuli Tengah, distribusi terpusat di fasilitas ibadah. Satu ekor sapi disalurkan ke Masjid Jamik di Kecamatan Tukka, satu ekor ke Masjid Al Huda di Kelurahan Hutanabolon, dan tiga ekor ke Masjid Alfalah di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri.

Pemerintah provinsi menyebut bantuan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana, sekaligus upaya menjaga ketahanan pangan menjelang hari raya. Namun, tidak dijelaskan secara rinci dasar penentuan jumlah bantuan maupun kriteria penerima di tiap wilayah.

Sejumlah warga mengaku bantuan tersebut membantu mereka menghadapi Lebaran di tengah kondisi sulit. “Kami tetap bersyukur, bantuan ini sangat berarti,” kata seorang warga Desa Hutagodang.

Penyaluran bantuan pangan dalam bentuk ternak menjelang hari besar keagamaan bukan hal baru di Sumatera Utara. Namun, efektivitas dan pemerataan distribusinya kerap menjadi sorotan, terutama di wilayah yang terdampak bencana dengan kebutuhan yang lebih luas.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *