Pemerintahan

Wagubsu Minta Perizinan Migas Dipangkas, Investasi Rp 4,9 Triliun Disiapkan

170
×

Wagubsu Minta Perizinan Migas Dipangkas, Investasi Rp 4,9 Triliun Disiapkan

Sebarkan artikel ini
Foto: Wakil Gubernur Sumut Surya menerima audiensi SKK Migas bersama KKKS di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (11/5/2026). (Ist)

MEDAN, Menarapos.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya meminta proses birokrasi dan perizinan investasi minyak dan gas bumi (migas) di Sumut dipercepat. Hal itu dinilai penting agar investasi segera terealisasi dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Surya saat menerima audiensi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (11/5/2026).

“Segala sesuatu yang disampaikan akan menjadi catatan kami untuk dilaporkan kepada Bapak Gubernur. Kami minta proses perizinan dipercepat agar investasi segera terealisasi,” kata Surya.

Surya mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berkomitmen mendukung kelancaran investasi sektor migas di daerah. Selain itu, dia juga meminta Pertamina dan instansi terkait membantu legalisasi sumur-sumur tua milik masyarakat.

Menurutnya, legalisasi tersebut penting agar pengelolaan sumur minyak rakyat dapat dilakukan secara aman, legal, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kita ingin sumur-sumur yang selama ini ilegal bisa diinventarisir dan dilegalkan, agar produksinya bagus dan masyarakat mendapat manfaatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) CW Wicaksono mengatakan wilayah Sumbagut memiliki kontribusi sekitar 30 persen terhadap produksi migas nasional.

Dia menyebut dari sekitar 900 hingga 1.000 sumur yang ada, sebanyak 60 persen kegiatan operasional berada di wilayah Sumbagut.

“Kami berupaya membawa investasi sekitar US$300 juta ke wilayah ini. Kami sangat menghargai dukungan pemerintah daerah, karena tantangan investasi di masa depan akan semakin sulit,” ucap Wicaksono.

SKK Migas juga berencana memfasilitasi pemerintah daerah dan BUMD melakukan studi banding ke Jambi atau Sumatera Selatan untuk mempelajari tata kelola sumur tua yang melibatkan koperasi dan masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Deputi General Manager Pertamina Reza Rahardian mengatakan Pertamina bersama perusahaan asal Jepang, Japex, akan fokus mengembangkan wilayah Langkat, khususnya Desa Bubun, Kecamatan Tanjungpura.

Menurutnya, pengeboran dua sumur direncanakan dimulai pada Agustus 2026 dengan target produksi perdana pada Juni 2027.

Selain itu, Pertamina juga melaporkan perkembangan lapangan migas tertua di Indonesia yang berada di Pangkalan Susu. Setelah pengujian di Pulau Panjang menunjukkan hasil positif, Pertamina berencana mengebor dua sumur gas baru di kawasan Hamparan Perak, Deliserdang, untuk mendukung pasokan gas industri di Sumut.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *