NIAS UTARA, Menarapos.id – Penantian panjang masyarakat Nias Utara akhirnya terjawab. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai membangun dan meningkatkan ruas Jalan Lotu-Lahewa serta Lotu-Tuhemberuwa, dua jalur strategis yang menjadi urat nadi perekonomian warga dan selama puluhan tahun belum pernah diaspal.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari program prioritas infrastruktur Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution di Kepulauan Nias. Tahun ini, Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran lebih dari Rp17 miliar untuk peningkatan Jalan Lotu-Lahewa sepanjang 2,5 kilometer dan Rp27 miliar untuk Jalan Lotu-Tuhemberuwa sepanjang 4 kilometer. Kedua ruas dibangun menggunakan konstruksi hotmix.
Apresiasi disampaikan masyarakat saat kegiatan Sapa Daerah (SADA) bersama Gubernur Sumut di Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, Kamis (6/8/2026).
Warga Desa Hilidunda, Jaswin Gea, mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan harapan yang telah lama dinantikan masyarakat. Menurutnya, ruas jalan itu merupakan akses utama yang menopang aktivitas ekonomi warga, namun belum pernah mendapat pembangunan aspal selama puluhan tahun.
“Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Kami sangat bersyukur karena akhirnya bisa diaspal. Ini menjadi kebahagiaan bagi masyarakat Nias Utara,” ujarnya.
Warga lainnya, Tarmizi Gea, berharap pembangunan dapat dilanjutkan hingga seluruh ruas Lotu-Tuhemberuwa yang memiliki panjang sekitar 12 kilometer. Masyarakat juga mengusulkan pembangunan drainase di sepanjang jalan agar infrastruktur lebih awet dan tidak mudah rusak akibat genangan air.
Selain persoalan jalan, warga menyampaikan sejumlah aspirasi lain, mulai dari pembangunan irigasi, jalan usaha tani, bantuan alat pertanian hingga dukungan pembangunan rumah ibadah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bobby Nasution memastikan seluruh usulan akan dikaji melalui peninjauan lapangan sebelum ditetapkan sebagai program pemerintah.
“Untuk jalan tani dan kebutuhan lainnya nanti akan ditinjau langsung oleh OPD terkait. Kita lihat kondisinya di lapangan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Bobby.
Bobby juga meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi setelah menerima keluhan masyarakat terkait harga pupuk yang melebihi harga eceran tertinggi (HET). Ia meminta koordinasi dengan aparat penegak hukum jika ditemukan pelanggaran.
Dalam kesempatan itu, Bobby menegaskan pembangunan infrastruktur di Kepulauan Nias menjadi salah satu prioritas Pemprov Sumut. Tahun ini, pemerintah provinsi mengalokasikan sekitar Rp500 miliar untuk pembangunan di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berkisar Rp300 miliar.
“Kami datang dan berkantor di Kepulauan Nias untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu mengapresiasi perhatian Pemprov Sumut terhadap pembangunan di daerahnya. Menurutnya, berbagai program yang telah berjalan, mulai dari pembangunan jalan hingga peningkatan layanan kesehatan dan sektor ekonomi, mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas perhatian dan dukungannya. Harapan kami pembangunan di Nias Utara terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” katanya.(rel)






