Pemerintahan

Dua Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG Karo Dirujuk ke Jakarta, Bobby Soroti Trauma dan Cyberbullying

316
×

Dua Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG Karo Dirujuk ke Jakarta, Bobby Soroti Trauma dan Cyberbullying

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG, Menarapos.id — Dua siswa korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Selain kondisi medis, perhatian khusus diberikan terhadap kondisi psikologis kedua siswa yang disebut mengalami trauma lebih berat.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan keputusan merujuk kedua siswa tersebut dilakukan setelah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meminta penanganan khusus dan pemantauan langsung terhadap kondisi mereka.

Kedua siswa tersebut diketahui bernama Feby dan Agnes. Bobby menyebut secara medis keduanya telah mendapatkan penanganan dari tim dokter di Sumatera Utara. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi psikologis dan trauma yang dialami keduanya dinilai membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta,” kata Bobby usai melepas keberangkatan kedua siswa di Bandara Kualanamu, Sabtu (12/09/2026).

Bobby menegaskan tim dokter dari Sumatera Utara turut mendampingi proses penanganan kedua siswa selama berada di Jakarta.

Menurutnya, pemulihan korban dugaan keracunan MBG tidak cukup hanya dengan memastikan kondisi fisik kembali sehat. Aspek mental dan psikologis anak juga harus mendapat perhatian serius.

“Anak-anak ini perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medisnya, tetapi juga mental dan psikisnya. Ada yang terganggu karena komentar-komentar dan cyberbullying,” ujarnya.

Bobby mengungkapkan, sebagian korban mengalami gangguan psikologis setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik. Komentar negatif dan perundungan di media sosial disebut turut memberikan tekanan kepada para siswa.

Karena itu, dia meminta masyarakat maupun media tidak memperburuk kondisi psikologis anak-anak yang tengah menjalani proses pemulihan.

Tim medis, kata Bobby, juga telah meminta para siswa mengurangi aktivitas di media sosial selama masa pemulihan agar tidak semakin terpapar tekanan dari luar.

“Demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih,” tegas Bobby.

Bobby berharap masyarakat memberikan dukungan positif dan menghentikan komentar maupun tindakan di media sosial yang berpotensi mengganggu proses pemulihan para korban.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau kondisi para siswa, baik dari sisi kesehatan fisik maupun psikologis, hingga mereka benar-benar pulih.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *