KARO, Menarapos.id — Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau kondisi sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo. Pemerintah memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis hingga biaya pengobatan ditanggung pemerintah.
Gibran didampingi Bobby Nasution mengunjungi para siswa yang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham, Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026). Keduanya disambut Bupati Karo Antonius Ginting dan Direktur RS Efarina Etaham.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran dan Bobby mengecek kondisi siswa satu per satu di ruang perawatan. Keduanya juga berdialog dengan keluarga korban untuk mendengar langsung keluhan serta kebutuhan penanganan medis lanjutan.
Gibran memastikan pemerintah akan menanggung biaya pengobatan para siswa hingga dinyatakan pulih. Pemerintah juga membuka opsi rujukan apabila terdapat pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di Medan maupun Jakarta.
“Kedatangan saya kemari untuk memastikan anak bapak ibu bisa sembuh dan bersekolah kembali. Mendapatkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan terbaik. Tadi saya datangi satu-satu, apa saja yang diperlukan. Apakah butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, semua pasti kami penuhi,” kata Gibran.
Gibran kemudian meminta Bobby Nasution memastikan kebutuhan pengobatan para korban dipenuhi pemerintah.
“Tolong ini nanti Pak Gubernur, biayanya kita tanggung semua,” ujar Gibran.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bobby Nasution berdialog dengan para orang tua siswa untuk mengetahui perkembangan kondisi anak mereka. Bobby juga meminta Dinas Kesehatan dan perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti berbagai keluhan keluarga korban.
Selain penanganan medis, Pemprov Sumut memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para siswa. Pendampingan dinilai penting karena pengalaman sakit yang dialami anak-anak tersebut berpotensi berdampak terhadap kondisi psikologis mereka.
“Proses pemulihan para siswa tidak berhenti setelah mereka mendapatkan perawatan medis. Pemerintah tetap melakukan pendampingan untuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologis mereka terus membaik,” kata Bobby.
Salah seorang siswa, SV, mengaku masih mengalami sejumlah keluhan, seperti sakit kepala, sesak, dan sakit perut. Pada Jumat (11/9), SV menjalani pengobatan jalan di RS Efarina dengan biaya mandiri.
“Harapannya jaminan kesehatannya dipertanggungjawabkan. Memang kami memilih jalur untuk berobat mandiri,” ujarnya.
Gibran-Bobby Jenguk Siswi di RS Amanda
Setelah meninjau pasien di RS Efarina Etaham, Gibran bersama Bobby Nasution melanjutkan kunjungan ke RS Amanda, Jalan Lintas Desa Korpri, Berastagi, Kabupaten Karo.
Di rumah sakit tersebut, keduanya menjenguk Agnesia Paruliana br Silitonga, salah satu siswi yang diduga menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi MBG.
Gibran kembali memastikan kondisi Agnesia mendapat penanganan medis secara optimal, termasuk ketersediaan obat-obatan. Ia menegaskan pemerintah akan menanggung biaya pengobatan sehingga keluarga korban tidak perlu khawatir mengenai pembiayaan.
“Kita tadi sudah memastikan ini dengan Pak Gubernur untuk semua biaya akan ditangani oleh pemerintah. Kita juga memberikan opsi kepada keluarga apakah anak tersebut mau dirujuk, apakah dirawat di RS di Medan atau bisa juga di RS di Jakarta,” ujar Gibran.
Usai meninjau kondisi pasien dan berdialog dengan keluarga serta tim medis, Gibran dan Bobby melanjutkan agenda dengan melaksanakan Salat Jumat bersama.
Setelah seluruh rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Karo selesai, Wapres Gibran dijadwalkan bertolak kembali ke Jakarta. (rel)






