Pemerintahan

Bobby: Pancasila Tetap Relevan Hadapi Tantangan Global

316
×

Bobby: Pancasila Tetap Relevan Hadapi Tantangan Global

Sebarkan artikel ini
Foto: Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Provinsi Sumatera Utara di Lapangan Astaka, Jalan William Iskandar, Deliserdang, Senin (1/6/2026). (ist)

DELISERDANG, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai pedoman bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun global. Hal itu disampaikannya usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Deliserdang, Senin (1/6/2026).

“Pancasila sangat relevan, bukan hanya untuk seluruh masyarakat Indonesia, tetapi juga untuk kondisi global saat ini,” kata Bobby.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, semangat Pancasila harus tercermin dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik.

Pada upacara itu, Bobby juga membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam pidatonya, Yudian menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Yudian dalam pidato yang dibacakan Bobby.

Yudian menilai Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah ketidakpastian global, ancaman fragmentasi, hingga disrupsi teknologi, Indonesia tetap mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia mempertahankan persatuan di tengah lebih dari 17.000 pulau serta ratusan suku dan budaya merupakan bukti nyata kekuatan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” katanya.

Yudian juga berpesan kepada para menteri dan kepala daerah agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan selalu berlandaskan prinsip keadilan sosial serta berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Gubernur Sumut Surya, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut, serta personel TNI, Polri, ASN, dan pelajar.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *