Headline

Di Tengah Kritik, Odi:GEMES 2026 Disiapkan Matang Sejak Berbulan-bulan

235
×

Di Tengah Kritik, Odi:GEMES 2026 Disiapkan Matang Sejak Berbulan-bulan

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX Tahun 2026 yang digagas Dinas Pariwisata Kota Medan resmi dibuka di Lapangan Merdeka, Sabtu (27/6/2026) malam. Festival budaya tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juni 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Odi Anggia Batubara, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang sejak jauh hari.

Melalui pesan WhatsApp, menjawab konfirmasi, Minggu 28, Juni 2026, Odi menyebut penyelenggaraan GEMES telah melalui proses perencanaan selama berbulan-bulan dengan tetap mengedepankan nilai budaya Melayu dan kearifan lokal.

Saat dikonfirmasi mengenai anggapan bahwa penyelenggaraan GEMES setiap tahun dinilai minim inovasi, Odi membantah penilaian tersebut.

“‘Nggak ada inovasi?’ Kami persiapan berbulan-bulan, termasuk perencanaan dan lainnya,” kata Odi.

Ia menilai kemeriahan acara menjadi bukti bahwa persiapan dilakukan secara serius.

“Kalau nggak matang, nggak semeriah dan semenarik itu acaranya semalam,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka festival yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Medan tersebut. Tahun ini, GEMES kembali menghadirkan peserta dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Pengunjung Soroti Minim Inovasi

Di balik kemeriahan pembukaan, sejumlah pengunjung menyampaikan kritik terhadap konsep penyelenggaraan GEMES.

Beberapa pengunjung menilai festival budaya tersebut belum menghadirkan pembaruan yang mampu menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda.

“Setiap tahun rasanya hampir sama. Tidak ada sesuatu yang benar-benar baru sehingga orang penasaran untuk datang lagi,” ujar seorang pengunjung di Lapangan Merdeka.

Kritik juga diarahkan pada minimnya keterlibatan komunitas serta tokoh budaya Melayu di panggung utama. Menurut mereka, pelaku budaya lokal semestinya menjadi aktor utama dalam festival yang mengusung identitas Melayu.

Selain itu, fasilitas pendukung juga menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan di lokasi, jumlah toilet umum dinilai tidak sebanding dengan jumlah pengunjung. Beberapa toilet portabel juga dilaporkan tidak memiliki pengunci pintu yang berfungsi.

“Kalau di sini cuma dua itu saja toilet untuk umum, Bang. Begitulah kondisinya. Kalau yang dekat stadion ada juga, tapi khusus VIP,” kata seorang petugas Satpol PP.

Pengamat Minta Anggaran Transparan

Pengamat hukum Alamsyah Putra menilai GEMES merupakan momentum penting untuk mempromosikan Kota Medan sebagai destinasi wisata internasional karena melibatkan peserta dari berbagai negara.

Namun, menurutnya, besarnya anggaran penyelenggaraan harus diiringi dengan transparansi kepada publik.

“Harus transparan dalam penggunaan anggaran yang fantastis dalam pelaksanaan event ini. Tidak hanya mendatangkan warga Medan dan sekitarnya, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan GEMES mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Medan sekaligus tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

PARIRA: Harus Berdampak pada PAD

Direktur Eksekutif Lembaga Pemerhati Anggaran Indonesia untuk Rakyat (PARIRA), Drs P. Rumapea, MSP, menilai penggunaan anggaran miliaran rupiah untuk kegiatan yang berlangsung selama empat hari harus disertai keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Menurut Rumapea, publik berhak mengetahui rincian penggunaan anggaran, mulai dari biaya panggung, tata suara, pencahayaan, dekorasi, honorarium pengisi acara, promosi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

“Bukan besar atau kecil anggarannya yang menjadi persoalan, tetapi sejauh mana penggunaan uang rakyat dilakukan secara efisien, transparan, dan memberikan manfaat yang dapat diukur. Karena bersumber dari APBD, masyarakat berhak mengetahui rincian penggunaannya,” ujarnya.

Ia mengatakan keberhasilan kegiatan semestinya diukur melalui indikator yang jelas, seperti jumlah wisatawan yang datang, tingkat hunian hotel, dampak terhadap UMKM, hingga nilai transaksi ekonomi yang tercipta selama festival berlangsung.

Berdasarkan data pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Medan, paket penyelenggaraan GEMES 2026 tercatat dengan kode tender 10136337000 dan Kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 64538487, dengan pagu anggaran sekitar Rp2,5 miliar.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *