OtomotifTeknologi

Nyetir Mobil Listrik Lebih Murah? Cerita Warga Medan yang ‘Kepergok’ Komisaris PLN di SPKLU

323
×

Nyetir Mobil Listrik Lebih Murah? Cerita Warga Medan yang ‘Kepergok’ Komisaris PLN di SPKLU

Sebarkan artikel ini
Teks Foto :Suasana hangat saat Komisaris Independen PT PLN (Persero), Ali Masykur Musa (dua dari kanan) bersama General Manager PLN UID Sumut, Rizky Mochamad (kiri) menyapa pelanggan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Cambridge, Medan. (Ist)

MEDAN, Menarapos.id — Suasana Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Cambridge, Medan, mendadak lebih cair dari biasanya pada Sabtu (31/10) siang. Di sela deretan mobil yang tengah terhubung ke selang pengisian daya, Komisaris Independen PT PLN (Persero), Ali Masykur Musa, tampak santai menghampiri salah satu pemilik kendaraan listrik yang sedang menunggu kendaraannya “minum”.

​Pria yang akrab disapa Ali Masykur itu tanpa canggung melempar senyum dan membuka percakapan dengan Indrawan, pengguna mobil listrik yang siang itu tengah mengisi baterai kendaraannya. Obrolan ringan pun mengalir di bawah terik matahari kota Medan.

​”Bagaimana rasanya menggunakan mobil listrik? Nyaman dan lebih murah, ya?” tanya Ali Masykur penuh keakraban.

​”Iya, Pak. Nyaman dan murah,” jawab Indrawan singkat, disusul anggukan kepala.
​Jawaban ringkas dari Indrawan itu seketika merangkum realitas baru di jalanan: kendaraan listrik kini bukan lagi sekadar tren futuristik, melainkan pilihan mobilitas rasional yang mulai memikat hati masyarakat berkat efisiensi biaya operasionalnya.

​Catatan untuk PLN: Infrastruktur Harus Seirama

​Kunjungan lapangan ini bukan sekadar silaturahmi santai. Di balik obrolan ringan tersebut, Ali Masykur memantau langsung denyut kesiapan infrastruktur energi bersih di ibu kota Sumatera Utara ini. Ia menegaskan, pertumbuhan populasi kendaraan listrik yang kian masif wajib diimbangi dengan ketersediaan fasilitas yang mumpuni.

​”PLN harus terus memberikan kenyamanan, kemudahan, dan keamanan kepada pengguna kendaraan listrik. Pertumbuhan kendaraan listrik harus terus dipantau dan diperhitungkan dengan baik agar pengembangan SPKLU dapat disiapkan secara seimbang dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ali Masykur.

​Ia menambahkan, penguatan ekosistem kendaraan listrik menuntut kebijakan yang adaptif terhadap gerak cepat teknologi serta kebutuhan riil pelanggan di lapangan.

Langkah ini dinilai krusial guna mempercepat transisi energi dan memangkas emisi karbon dari sektor transportasi.

​”Ekosistem kendaraan listrik harus terus diperkuat, termasuk kebijakan dan kesiapan infrastrukturnya. PLN harus mampu memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat semakin yakin menggunakan kendaraan listrik sebagai pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan,” tandasnya.

​Hampir 10 Ribu Kendaraan Listrik Mengaspal di Sumut

​Sementara itu, denyut kendaraan ramah lingkungan di tanah Sumatera Utara memang menunjukkan grafik menanjak yang signifikan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Rizky Mochamad, membeberkan angka yang cukup fantastis.

​Hingga saat ini, populasi kendaraan listrik di Sumatera Utara telah menyentuh angka sekitar 9.800 unit. Lonjakan ini lantas menjadi “alarm” positif bagi PLN untuk terus merancang strategi penambahan infrastruktur pengisian daya yang presisi.

​”Pertumbuhan kendaraan listrik di Sumatera Utara menjadi perkembangan positif yang harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur. PLN terus berupaya menghadirkan layanan pengisian daya yang mudah diakses, andal, aman, dan nyaman, sehingga masyarakat semakin percaya diri menggunakan kendaraan listrik,” ungkap Rizky.

​Menurut Rizky, pembangunan titik-titik SPKLU tidak dilakukan sembarangan. Pemetaan dilakukan dengan memerhatikan tingkat persebaran kendaraan, kebutuhan rute perjalanan antarkota, hingga potensi ledakan pengguna di kawasan perkotaan dan pusat destinasi wisata.

​Bagi PLN, masukan langsung dari para pengguna di SPKLU seperti yang dilakukan Ali Masykur hari ini menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga.

​”Bagi PLN, pengembangan ekosistem kendaraan listrik bukan hanya tentang menambah jumlah SPKLU, tetapi juga memastikan setiap fasilitas memberikan manfaat dan pengalaman pelayanan yang baik bagi pelanggan. Kami ingin pengguna kendaraan listrik merasa tenang dan nyaman dalam setiap perjalanan,” beber Rizky.

​Menutup kunjungannya di SPKLU Cambridge, Ali Masykur melontarkan ajakan terbuka kepada seluruh warga Medan dan sekitarnya untuk tidak ragu beralih ke moda transportasi masa depan ini.

​”Saya mengajak masyarakat luas untuk menggunakan kendaraan listrik. Mari bersama-sama kita dorong transportasi yang lebih ramah lingkungan menuju Indonesia yang semakin bersih dan bebas dari polusi kendaraan,” pungkasnya.

​Dengan kolaborasi antara ekspansi infrastruktur yang terencana matang dan pelayanan prima yang berkesinambungan, PLN optimistis masa depan transportasi hijau di Indonesia—khususnya di Sumatera Utara—tinggal menunggu hitungan waktu untuk sepenuhnya terwujud.(ac)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *