Nasional

Bobby Apresiasi Kapolri, Pemberantasan Narkoba di Sumut Makin Kuat

320
×

Bobby Apresiasi Kapolri, Pemberantasan Narkoba di Sumut Makin Kuat

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam mengungkap kasus penyelundupan 1,16 ton narkotika jenis ketamine di Belawan, Kota Medan. Pengungkapan tersebut dinilai menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Forkopimda bersama masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba di Sumatera Utara.

Bobby mengatakan, kehadiran Kapolri secara langsung di Belawan diharapkan semakin memacu semangat TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk memerangi narkoba hingga ke akar-akarnya.

Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri konferensi pers pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamine sekaligus Deklarasi Posisi Bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba di Terminal Bandar Deli, Belawan, Jumat (23/10/2026).

Dalam sambutannya, Bobby menyambut kedatangan Kapolri dan berharap kunjungan tersebut membawa perubahan nyata bagi Belawan, yang menurutnya menghadapi tantangan serius terkait penyalahgunaan narkoba.

“Ini Belawan, salah satu daerah yang memang sangat cocok sekali Pak Kapolri hadir. Mudah-mudahan kehadiran Pak Kapolri di Belawan ini menambah semangat kami, khususnya Forkopimda, TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk memberantas narkoba,” ujar Bobby.

Dia berharap Belawan yang selama ini menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba dapat bertransformasi menjadi wilayah yang semakin bersih dari peredaran barang terlarang tersebut.

Bobby juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri dan jajaran kepolisian atas pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamine yang hendak masuk ke Indonesia melalui Sumatera Utara.

Menurutnya, keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkoba dalam jumlah besar merupakan langkah penting untuk menyelamatkan masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi harapan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini merupakan tindakan yang sangat perlu diapresiasi karena menyelamatkan banyak nyawa, banyak pemuda, dan calon generasi emas Indonesia,” katanya.

Bobby Ingin Sumut Keluar dari Lima Besar Penyalahgunaan Narkoba

Bobby mengakui Sumatera Utara masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan penyalahgunaan narkoba. Dia menyebut Sumut telah lebih dari lima tahun berturut-turut berada di peringkat pertama secara nasional dalam persoalan tersebut.

Karena itu, Bobby berharap upaya pemberantasan narkoba dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh pihak, sehingga Sumut mampu keluar dari kelompok daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia.

“Cita-cita kami kalau bisa turun dari peringkat satu, Pak. Jangan di tiga besar, jangan di lima besar, kalau bisa paling bontot. Justru kalau bisa seluruh narkoba yang ada di Indonesia ini hilang,” ucapnya.

Dia menegaskan, pemberantasan narkoba menjadi salah satu tantangan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, generasi muda harus dilindungi dari ancaman narkoba agar dapat tumbuh dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Bobby juga mengungkapkan pengalamannya saat masih menjabat sebagai Wali Kota Medan. Saat itu, dia mengaku geram melihat maraknya penyalahgunaan narkoba yang berkaitan dengan tindak kejahatan jalanan, seperti pembegalan.

“Saking geramnya dengan penyalahgunaan narkoba dan maraknya narkoba di wilayah Medan, Sumatera Utara, dulu kami pernah menyatakan agar ditindak tegas penyalahgunaan narkoba yang beraksi di jalanan, yang membegal dan yang lain,” ungkapnya.

Meski demikian, Bobby menekankan pentingnya langkah penegakan hukum yang tegas dan terukur, disertai kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dia optimistis Polda Sumatera Utara bersama seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat dapat memperkuat upaya pemberantasan narkoba di wilayah Sumut.

Bobby berharap sinergi tersebut mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba secara signifikan, sehingga Sumatera Utara dapat keluar dari lima besar daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia.

“Harapannya, Sumatera Utara bisa turun dari peringkat pertama, minimal keluar dari lima besar penyalahgunaan narkoba di Indonesia,” tegasnya.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *