Ekonomi

Bobby Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi Naik Kelas ke Bursa Efek

329
×

Bobby Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi Naik Kelas ke Bursa Efek

Sebarkan artikel ini
FOTO: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor serta jajaran OPD dan sejumlah Direktur Utama BUMD menerima audiensi Direktur Bursa Efek Indonesia dan Mandiri Sekuritas dalam rangka presentasi terkait rencana penerbitan obligasi daerah serta rencana pencarian dana untuk BUMD di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Rabu (26/8/2026).(ist)

MEDAN, Menarapos.id — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk terus meningkatkan kinerja dan kapasitas usaha, termasuk membuka peluang masuk ke pasar modal. Dua BUMD yang dinilai memiliki potensi untuk naik kelas melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni PT Bank Sumut dan Perumda Tirtanadi.

Menurut Bobby, langkah menuju pasar modal dapat menjadi salah satu opsi strategis bagi BUMD untuk memperkuat struktur permodalan, memperluas pengembangan usaha, sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian dan pembangunan Sumatera Utara.

Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan Bobby Nasution bersama jajaran BEI di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 40, Medan, Rabu (26/8/2026). Dalam pertemuan itu, turut dibahas penguatan ekosistem BUMD serta berbagai opsi pembiayaan dan pengembangan usaha melalui pasar modal.

Bobby mengatakan, karakteristik BUMD yang berada di bawah pemerintah daerah menjadi salah satu keunggulan yang dapat dikembangkan. Namun, ia menyadari upaya membawa BUMD masuk ke pasar modal membutuhkan kesiapan tata kelola, kinerja keuangan, serta strategi bisnis yang matang.

“BUMD kita lebih fleksibel tentunya karena hubungannya langsung ke Pemprov, namun tentunya tantangannya tidak mudah,” kata Bobby.

Bobby menegaskan, pengembangan BUMD tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan. Setiap BUMD tetap harus memiliki peran dalam mendukung pembangunan daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Meski demikian, prinsip bisnis dan profitabilitas tetap harus menjadi perhatian. Menurut Bobby, BUMD yang sehat secara bisnis akan memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang serta memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi daerah.

“Bukan hanya kedua BUMD ini, tetapi untuk semua BUMD kita harus tetap profit oriented, tetapi semangat pembangunannya tetap diutamakan,” ujar Bobby.

BEI Dorong Penguatan Ekosistem

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan, rencana membawa Bank Sumut dan Perumda Tirtanadi menuju pasar modal perlu disiapkan secara bertahap. Salah satu hal penting yang harus dibangun adalah ekosistem usaha yang kuat sehingga kedua BUMD tersebut memiliki daya tarik dan prospek yang jelas bagi investor.

Menurut Saidu, Bank Sumut memiliki keunggulan yang dapat ditawarkan kepada calon investor, khususnya karena memiliki keterkaitan langsung dengan pembangunan ekonomi di Sumatera Utara.

“Yang pertama, apa yang membedakan Bank Sumut dengan bank lainnya, yang bisa kita tawarkan ke investor adalah story Pemprov Sumut, bagaimana Pemprov melibatkan Bank Sumut dalam pembangunan ekonomi dan menciptakan ekosistem kuat,” kata Saidu.

Ia menilai dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan ekosistem ekonomi dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat fundamental dan prospek bisnis BUMD sebelum masuk ke pasar modal.

Selain Bank Sumut dan Tirtanadi, pembahasan juga diarahkan pada pengembangan skema pembiayaan daerah dan penguatan kapasitas BUMD lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka alternatif sumber pendanaan untuk mendukung pembangunan Sumut.

Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran BEI, PT Mandiri Sekuritas, PT Bank Mandiri dan sejumlah bank Himbara lainnya, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Sumut.

Hadir pula Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor, Direktur Utama PT Bank Sumut beserta jajaran, serta sejumlah pimpinan BUMD Sumut.

Pemprov Sumut berharap penguatan tata kelola, kinerja usaha, dan akses terhadap sumber pembiayaan dapat mendorong BUMD semakin profesional, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *