Pemerintahan

Bobby Siapkan Insentif untuk Kades Bersertifikat Basarnas

309
×

Bobby Siapkan Insentif untuk Kades Bersertifikat Basarnas

Sebarkan artikel ini
Caption Foto: Gubernur Sumut Bobby Nasution menghadiri Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air yang dibuka Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (9/6/2026). Pemprov Sumut menyiapkan insentif bagi kepala desa yang lulus dan memperoleh sertifikat pelatihan sebagai upaya memperkuat mitigasi bencana dan penyelamatan warga di tingkat desa. (Foto: Diskominfo Sumut)

MEDAN, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyiapkan insentif tambahan bagi kepala desa yang lulus dan mengantongi sertifikat Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air dari Basarnas. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas mitigasi bencana dan penyelamatan warga hingga ke tingkat desa.

Menurut Bobby Nasution, berbagai bencana hidrometeorologi yang melanda Sumut, termasuk banjir dan longsor pada akhir 2025, menjadi pelajaran penting tentang perlunya peningkatan kemampuan aparatur desa dalam menghadapi situasi darurat. Penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa dinilai dapat mempercepat respons dan meminimalkan risiko korban jiwa saat bencana terjadi.

“Kita akan beri insentif kepada kepala desa yang dinyatakan lulus dan bersertifikat Pelatihan Pertolongan di Permukaan Air dari Basarnas. Kalau kita belum bisa mencegah bencana terjadi, paling tidak kita harus mampu menyelamatkan jiwa,” kata Bobby Nasution usai membuka Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air Basarnas di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (9/6/2026).

Bobby juga membagikan pengalaman saat meninjau salah satu wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan yang terdampak banjir dan longsor pada akhir 2025. Meski lebih dari separuh wilayah mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Lebih dari setengah wilayah mereka terdampak banjir dan longsor, tetapi tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka. Sementara di daerah lain yang berdekatan banyak warga meninggal dunia. Saat saya tanya, kepala desa setempat mengaku pernah mengikuti pelatihan Basarnas dan menerapkan pengetahuan yang didapat saat bencana terjadi,” ujarnya.

Menurut Bobby, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pelatihan kebencanaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan efektivitas penanganan darurat di lapangan.

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa penanganan kedaruratan bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dengan jumlah personel yang terbatas, Basarnas terus memperkuat sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

“Kami sadar tidak bisa bekerja sendiri. Personel kami sekitar 6.500 orang, sementara kebutuhan ideal mencapai 29.000 personel untuk seluruh Indonesia. Karena itu kami terus bersinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan perangkat desa yang menjadi ujung tombak saat kondisi darurat,” kata Mohammad Syafii.

Pelatihan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Kepala Pusat Pelatihan SDM Basarnas Anggit Mulyo Santoso, Sultan Deli XIV Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, perwakilan bupati dan wali kota se-Sumut, organisasi perangkat daerah terkait, serta jajaran Basarnas RI.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *