Teknologi

Bobby Tinjau Pemulihan Kelistrikan Sumut

217
×

Bobby Tinjau Pemulihan Kelistrikan Sumut

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau perkembangan pemulihan sistem kelistrikan di Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut), Medan, Senin (8/6/2026).

Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini sistem kelistrikan sekaligus memperoleh penjelasan mengenai progres penanganan infrastruktur transmisi yang terdampak cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang pada Kamis (4/6).

Dalam kesempatan tersebut, Bobby menerima pemaparan terkait pengaturan operasi sistem, perkembangan pekerjaan di lapangan, mobilisasi material, hingga langkah-langkah percepatan yang dilakukan PLN guna memulihkan pasokan listrik kepada masyarakat.

Bobby menegaskan pentingnya percepatan pemulihan dilakukan secara maksimal. Ia juga meminta PLN terus menyampaikan perkembangan pekerjaan secara berkala agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi sistem kelistrikan dan tahapan penanganan yang sedang berjalan.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap upaya percepatan pemulihan sistem kelistrikan.

“Kami mengapresiasi perhatian Bapak Gubernur Sumatera Utara terhadap proses pemulihan kelistrikan. Arahan dan dukungan tersebut menjadi penguatan bagi seluruh tim PLN yang terus bekerja secara intensif untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan,” kata Mundhakir.

Menurut Mundhakir, PLN saat ini mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Pekerjaan dilakukan secara paralel dengan melibatkan personel PLN dan mitra kerja, termasuk melalui mobilisasi material serta pembangunan tower emergency pada jalur transmisi yang terdampak.

Selain mempercepat pekerjaan fisik di lapangan, PLN juga terus melakukan pengaturan operasi sistem secara terukur untuk menjaga stabilitas jaringan dan meminimalkan dampak yang lebih luas.

Selama proses pemulihan berlangsung, manajemen beban masih berpotensi diterapkan secara bergantian pada sebagian pelanggan. Waktu dan wilayah penerapannya bersifat dinamis menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan.

“Berdasarkan perhitungan teknis, skenario terburuk penerapan manajemen beban diperkirakan berlangsung hingga 14 Juni 2026. Namun, seluruh tim terus bekerja maksimal agar proses pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keandalan pasokan listrik menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan roda perekonomian. Karena itu, percepatan pemulihan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta kualitas pekerjaan di lapangan.

“Fokus kami adalah mempercepat pemulihan secara aman, terukur, dan berkelanjutan. Kami juga terus melakukan evaluasi agar setiap tahapan pekerjaan berjalan efektif dan pelayanan kepada masyarakat kembali optimal,” tutup Mundhakir.

PLN memastikan akan terus menyampaikan perkembangan kondisi kelistrikan secara berkala kepada pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, dan masyarakat. Informasi layanan kelistrikan dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center PLN 123.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *