Teknologi

Hercules dan A-400M Angkut 7 Tower Darurat PLN ke Sumut

313
×

Hercules dan A-400M Angkut 7 Tower Darurat PLN ke Sumut

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat angkut berat C-130 Hercules dan A-400M untuk mengirim tujuh set tower emergency (TE) milik PLN ke Sumatera Utara. Seluruh peralatan tiba di Lanud Soewondo, Medan, pada Minggu, 07 Juni 2026 dan langsung dimobilisasi ke lokasi perbaikan guna mempercepat pemulihan sistem kelistrikan yang terdampak cuaca ekstrem.

Dukungan TNI AU menjadi bagian penting dalam percepatan pengiriman peralatan strategis yang dibutuhkan PLN. Tujuh tower emergency tersebut terdiri dari dua set dari Jakarta, tiga set dari Balikpapan, dan dua set dari Banjarbaru.

Komandan Lanud Soewondo, Marsma TNI Tiopan Hutapea, mengatakan TNI AU siap mendukung percepatan pemulihan kelistrikan melalui transportasi udara dan koordinasi lintas instansi.

“Dukungan ini merupakan wujud komitmen TNI AU dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur kelistrikan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap sinergi ini dapat mempercepat normalisasi pasokan listrik di Sumatera Utara,” ujar Tiopan.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, turut mengawal kedatangan dan mobilisasi tower emergency di Lanud Soewondo. Ia mengapresiasi dukungan TNI AU yang dinilai sangat membantu percepatan pemulihan sistem kelistrikan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI AU atas dukungan yang diberikan. Kolaborasi ini sangat membantu percepatan mobilisasi peralatan sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat,” kata Mundhakir.

Menurutnya, kedatangan seluruh tower emergency menjadi tonggak penting dalam percepatan penanganan infrastruktur transmisi yang terdampak.

“Hari ini seluruh tujuh tower emergency telah berada di Sumatera Utara. Tiga tower sebelumnya sudah dalam tahap pembangunan, sementara sisanya segera dimobilisasi ke lokasi pekerjaan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan,” ujarnya.

Saat ini, personel PLN terus bekerja 24 jam untuk mempercepat pembangunan tower emergency dan pemulihan jaringan. Pekerjaan dilakukan secara paralel mulai dari mobilisasi material, pembangunan konstruksi, hingga penguatan sistem operasi kelistrikan.

Mundhakir juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang masih terdampak pengaturan beban selama proses pemulihan berlangsung.

“Kami memahami listrik merupakan kebutuhan utama masyarakat. Seluruh personel terus bekerja tanpa henti agar sistem kelistrikan dapat segera pulih. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang masih dirasakan sebagian pelanggan,” tutupnya.

PLN akan terus menyampaikan perkembangan penanganan dan pemulihan sistem kelistrikan secara berkala melalui kanal resmi perusahaan.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *