Lintas Organisasi

Masyhuril Dinilai Sukses Bawa Al Washliyah Mendunia

319
×

Masyhuril Dinilai Sukses Bawa Al Washliyah Mendunia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Menarapos.id – Organisasi masyarakat Islam terbesar asal Sumatera, Al Jam’iyatul Washliyah atau Al Washliyah, bersiap menggelar Muktamar ke-23 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 7-10 Juli 2026. Menjelang agenda nasional tersebut, kepemimpinan Ketua Umum PB Al Washliyah periode 2021-2026 KH Dr Masyhuril Khamis menjadi perhatian karena dinilai sukses membawa organisasi berkembang pesat secara nasional.

Selama hampir lima tahun memimpin, Masyhuril Khamis berhasil memperluas struktur organisasi Al Washliyah dari semula hanya hadir di 21 provinsi menjadi menjangkau seluruh 38 provinsi di Indonesia.

Capaian itu disebut menjadi salah satu perkembangan terbesar dalam sejarah organisasi yang lahir di Medan pada 1930 tersebut. Melalui konsolidasi organisasi dan penguatan kaderisasi hingga ke pelosok daerah, Al Washliyah dinilai semakin kokoh sebagai organisasi dakwah dan pendidikan berskala nasional.

“Teruslah bergerak dan berkolaborasi. Tunjukkan bahwa kader Al Washliyah mampu bersaing di segala bidang,” menjadi semangat yang terus digaungkan Masyhuril selama memimpin organisasi.

Tokoh kelahiran Meranti Paham, 5 September 1964 itu terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB Al Washliyah pada Muktamar XXII tahun 2021 di Jakarta menggantikan Yusnar Yusuf Rangkuti.

Selain memimpin Al Washliyah, Masyhuril juga dipercaya mengemban sejumlah amanah nasional, di antaranya Ketua MUI Pusat Bidang Halal, Komisioner Badan Wakaf Indonesia, serta anggota Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah.

Perluas Organisasi hingga Daerah Terpencil
Perkembangan struktur organisasi juga terjadi di tingkat daerah. Saat ini, kepengurusan Al Washliyah di tingkat kabupaten dan kota disebut hampir mencapai 300 daerah di seluruh Indonesia.

Ekspansi tersebut memperkuat pelaksanaan program organisasi di bidang pendidikan, dakwah, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam masa kepemimpinannya, Masyhuril dikenal aktif turun langsung menghadiri agenda konsolidasi wilayah dari Aceh hingga Papua demi menjaga soliditas organisasi.

Bahkan, medan berat bukan menjadi hambatan. Ia tetap aktif melakukan perjalanan ke wilayah pedalaman Kalimantan dengan kondisi jalan berlumpur dan sulit dijangkau untuk memastikan organisasi tetap berkembang di daerah.

Bangun Masjid dan Perkuat Ekonomi Umat
Tak hanya fokus memperluas organisasi, kepemimpinan Masyhuril juga ditandai pembangunan sejumlah masjid dan penguatan ekonomi umat.

Beberapa masjid Al Washliyah berhasil dibangun di berbagai daerah seperti Pandeglang Banten, Cigombong Kabupaten Bogor, Pasaman Barat Sumatera Barat, Pangkep Sulawesi Selatan, hingga Dulolong Alor Nusa Tenggara Timur.

Selain pembangunan masjid, PB Al Washliyah juga membantu renovasi masjid pedesaan dan madrasah di sejumlah wilayah.

Di bidang ekonomi, Al Washliyah mulai memperkuat kelembagaan ekonomi melalui akuisisi BPRS yang kini menjadi milik organisasi. Sejumlah lembaga juga dibentuk dan diperkuat seperti AlZis LAZ Nasional, LP3H, Wakaf Center, hingga koperasi At Tijaroh.

Kaderisasi dan Pendidikan Terus Didorong
Program kaderisasi juga kembali dioptimalkan melalui berbagai agenda nasional seperti Kemah Sako Pramuka Nasional dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional.

Di sektor pendidikan tinggi, sejumlah perguruan tinggi Al Washliyah juga mengalami perkembangan signifikan. Berbagai kampus terus didorong meningkatkan akreditasi menuju status unggul serta transformasi kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut hingga universitas.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi Al Washliyah sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga mencetak sumber daya manusia unggul melalui pendidikan.

Program Sosial dan Dakwah Moderat
Dalam bidang sosial, Masyhuril mendorong agar Al Washliyah hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui pembangunan sumur bor di daerah yang mengalami krisis air bersih.

Program tersebut dilaksanakan di Bantul Yogyakarta dan sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur. Menariknya, program sumur bor di NTT juga dimanfaatkan masyarakat lintas agama sehingga menjadi simbol kerukunan antarumat beragama.

Bahkan, dalam kepanitiaan pembangunan sumur bor tersebut terdapat tokoh nonmuslim yang dipercaya menjadi wakil ketua panitia pembangunan.

Dalam berdakwah, KH Masyhuril Khamis dikenal sebagai figur moderat yang mengedepankan persatuan, akhlak publik, dan semangat kebangsaan dibanding retorika provokatif.

Pendekatan tersebut membuat Al Washliyah tetap dikenal sebagai rumah besar umat Islam yang mengedepankan persatuan serta kontribusi nyata bagi bangsa.

Muallaf Center Perkuat Dakwah di Daerah Minoritas

Di bawah kepemimpinan KH Masyhuril, Al Washliyah juga memperkuat dakwah melalui pembentukan Al Washliyah Muallaf Center di berbagai daerah minoritas Muslim.

Wadah tersebut dibentuk untuk melanjutkan perjuangan dakwah ulama Al Washliyah terdahulu dalam membina umat di wilayah minoritas.

Selain menjadi pusat pembinaan, Muallaf Center juga diharapkan mampu mengakomodasi para mualaf melalui pendampingan keagamaan, pendidikan, hingga penguatan sosial kemasyarakatan.

Menjelang berakhirnya masa kepemimpinan periode 2021-2026, banyak kader menilai KH Masyhuril Khamis berhasil membawa Al Washliyah semakin modern, solid, dan memiliki jangkauan nasional yang jauh lebih luas dibanding sebelumnya.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *