Teknologi

PLN-BPBD Resmikan Desa Siaga Bencana di Batu Mbelin

265
×

PLN-BPBD Resmikan Desa Siaga Bencana di Batu Mbelin

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG, Menarapos.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Desa Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian Program Desa Siaga Bencana di Jambur Desa Batu Mbelin, Selasa (1/9/2026).

Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi risiko bencana, melakukan respons awal secara cepat dan tepat, sekaligus meminimalkan dampak ketika terjadi kondisi darurat.

Peresmian tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan yang sebelumnya diisi pelatihan penanggulangan bencana pada 28-29 Agustus 2026. Dalam pelatihan itu, masyarakat dibekali berbagai keterampilan dasar kebencanaan, mulai dari Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), vertical rescue, water rescue, hingga praktik dan simulasi menghadapi situasi kedaruratan.

Manager PLN UP3 Bukit Barisan Megantara Vilanda Setyawan, yang mewakili General Manager PLN UID Sumatera Utara Rizky Mochamad, mengatakan Desa Batu Mbelin memiliki karakteristik wilayah yang perlu diimbangi dengan kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, kawasan perbukitan dan keberadaan aliran sungai membuat masyarakat perlu memiliki pengetahuan serta keterampilan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, seperti tanah longsor, banjir, pohon tumbang, cuaca ekstrem, maupun kondisi kedaruratan lainnya.

“Kita tentu tidak pernah mengharapkan bencana terjadi. Namun, ketika keadaan darurat datang, masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, peralatan, serta sistem koordinasi yang baik akan mampu memberikan respons awal secara lebih cepat dan tepat. Inilah semangat yang ingin kita bangun melalui Program Desa Siaga Bencana,” ujar Rizky dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Megantara.

Rizky menegaskan, Program Desa Siaga Bencana tidak sekadar berorientasi pada penyerahan bantuan sarana dan peralatan kebencanaan. Lebih dari itu, program tersebut ditujukan untuk membangun kapasitas, kemandirian, serta budaya sadar bencana dan keselamatan di tengah masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan program, PLN bersama BPBD dan pemerintah desa juga mendorong pembentukan Tim Desa Siaga Bencana. Tim tersebut diharapkan menjadi penggerak kesiapsiagaan sekaligus menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan pengetahuan kebencanaan kepada keluarga, pemuda, dan masyarakat lainnya.

“Kami berharap peserta tidak berhenti sebagai penerima pelatihan, tetapi mampu menjadi penggerak kesiapsiagaan di lingkungannya. Tim yang telah dibentuk harus tetap aktif, sedangkan pelatihan dan simulasi tanggap darurat perlu dilaksanakan secara berkala agar manfaat program terus berkembang,” lanjut Rizky.

PLN Serahkan Peralatan Kebencanaan

Sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan masyarakat, PLN menyerahkan berbagai perlengkapan penanggulangan bencana kepada Desa Batu Mbelin.

Bantuan tersebut meliputi 10 life jacket, 10 helm keselamatan, 10 headlamp, dua set perlengkapan P3K, dua megafon, dua tandu lipat, serta dua set perlengkapan vertical rescue.

Selain itu, PLN juga menyerahkan satu tandon air darurat, satu pompa air portabel, satu gergaji mesin, 20 cangkul, enam sekop, dan tujuh gerobak sorong.

Untuk mendukung proses evakuasi saat kondisi darurat, PLN turut memasang rambu jalur evakuasi di 15 titik serta rambu titik kumpul di tiga lokasi di wilayah Desa Batu Mbelin.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana pendukung ketika bencana terjadi, tetapi juga memperkuat sistem kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat secara terkoordinasi.

BPBD: Penanggulangan Bencana Tanggung Jawab Bersama

Komandan Kompi Satgas BPBD Provinsi Sumatera Utara Daniel Dachi mengapresiasi kolaborasi PLN dalam memperkuat kapasitas masyarakat Desa Batu Mbelin.

Menurut Daniel, penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan dunia usaha, pemerintah desa, perangkat daerah, relawan, hingga masyarakat sebagai garda terdepan ketika terjadi bencana.

“Penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap seluruh peralatan yang telah diberikan dapat dirawat dan digunakan sesuai kebutuhan, sedangkan keterampilan yang diperoleh terus dipraktikkan dan ditularkan kepada masyarakat lainnya,” ujar Daniel.

Ia berharap keberadaan Tim Desa Siaga Bencana, ditambah pelatihan dan dukungan peralatan, dapat mendorong Desa Batu Mbelin menjadi wilayah yang semakin tangguh, mandiri, dan mampu melakukan respons awal ketika menghadapi potensi bencana.

Kecamatan Sibolangit Apresiasi Program PLN

Camat Sibolangit Muhammad Arif Budiman bersama Kepala Desa Batu Mbelin Resna Ketaren turut menyampaikan apresiasi kepada PLN dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Desa Siaga Bencana.

Muhammad Arif menilai program tersebut relevan dengan kondisi wilayah Sibolangit yang memiliki beragam potensi risiko bencana. Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Sibolangit, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UID Sumatera Utara dan seluruh pihak yang telah mendukung program ini. Pelatihan, pembentukan tim, serta bantuan peralatan kebencanaan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.

Peresmian Program Desa Siaga Bencana ini turut dihadiri Manager PLN UP3 Bukit Barisan Megantara Vilanda Setyawan yang mewakili General Manager PLN UID Sumatera Utara Rizky Mochamad, Camat Sibolangit Muhammad Arif Budiman, S.IP., Kepala Desa Batu Mbelin Resna Ketaren beserta jajaran, Komandan Kompi Satgas BPBD Provinsi Sumatera Utara Daniel Dachi, serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Deli Serdang Mukti Ali Harahap, S.Ag., M.Si.

Turut hadir para instruktur BPBD Provinsi Sumatera Utara, pegawai PLN, Tim Desa Siaga Bencana, serta masyarakat Desa Batu Mbelin.

Melalui program TJSL tersebut, PLN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas masyarakat.

Program Desa Siaga Bencana Batu Mbelin menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara PLN, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih aman, siaga, serta tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.

Dengan terbentuknya tim siaga, tersedianya peralatan pendukung, serta meningkatnya keterampilan masyarakat melalui pelatihan dan simulasi, Desa Batu Mbelin diharapkan memiliki kemampuan respons awal yang semakin baik sekaligus mampu membangun budaya kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *