DELI SERDANG, Menarapos.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus mendorong pemanfaatan listrik untuk menggerakkan ekonomi produktif masyarakat. Salah satunya melalui Program Elektrifikasi Produktif Budidaya dan Pengolahan Jamur Tiram Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2026.
Program tersebut resmi diluncurkan di Jalan Bandar Meriah, Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Senin (7/9/2026). Program ini dijalankan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Kebaikan.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas, keterampilan, sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan energi listrik dalam proses budidaya hingga pengolahan jamur tiram.
Dalam program ini, kelompok penerima manfaat mendapatkan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari kumbung jamur, rak budidaya, baglog, hingga peralatan produktif berbasis listrik. Di antaranya mesin pengaduk media tanam dan mesin pengepres baglog.
Pemanfaatan peralatan tersebut diharapkan membuat proses produksi lebih cepat, efisien, higienis, dan konsisten sehingga dapat meningkatkan kapasitas serta kualitas hasil budidaya.
Tak hanya bantuan sarana, PLN bersama Yayasan Sahabat Kebaikan juga memberikan pelatihan dan pendampingan. Materi yang diberikan meliputi pemberdayaan masyarakat, manajemen budidaya jamur tiram, hingga strategi pemasaran.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Rizky Mochamad mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN menjadikan listrik sebagai penggerak kegiatan ekonomi produktif masyarakat.
“Melalui Program TJSL PLN Peduli, kami ingin memastikan kehadiran listrik dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Pemanfaatan peralatan berbasis listrik dalam budidaya jamur tiram diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kapasitas produksi, kualitas hasil, serta pendapatan kelompok penerima manfaat,” ujar Rizky.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari bantuan sarana yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami berharap program ini dapat tumbuh menjadi usaha bersama yang mandiri, membuka peluang kerja, dan menghasilkan produk jamur tiram yang berdaya saing. Kolaborasi antara PLN, Yayasan Sahabat Kebaikan, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat program terus berkembang dan dirasakan secara lebih luas,” katanya.
Program ini melibatkan lima kelompok penerima manfaat, yakni Kampung Jamur Mencirim yang diketuai Nurainun, Kelompok Sukamaju yang diketuai M. Ridwan Effendi, Teman Setia Jamur yang diketuai Muhammad Arif, Alam Tani yang diketuai Latifa Andam Bestari, serta Sukses Tani yang diketuai Riyo Sahputra.
Mewakili masyarakat, Kepala Desa Sei Mencirim Johan Wahyu mengapresiasi dukungan PLN UID Sumatera Utara dan Yayasan Sahabat Kebaikan. Menurutnya, bantuan sarana, baglog, serta peralatan berbasis listrik sangat membantu masyarakat meningkatkan proses produksi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UID Sumatera Utara atas bantuan berupa sarana budidaya, baglog, serta peralatan berbasis listrik. Ini sangat membantu masyarakat kami menjalankan proses produksi dengan lebih cepat, efisien, dan terarah,” ujar Johan.
Dia menambahkan, pelatihan dan pendampingan yang diberikan juga meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola budidaya, menjaga kualitas hasil panen, hingga memasarkan produk.
“Kami berharap usaha ini terus berkembang, meningkatkan pendapatan anggota, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Program elektrifikasi produktif tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya akses energi yang andal, penciptaan pekerjaan layak, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
PLN berharap program ini menjadi fondasi terbentuknya ekosistem usaha jamur tiram di Desa Suka Maju dan wilayah sekitarnya. Pengembangan dilakukan mulai dari budidaya hingga pengolahan produk bernilai tambah.
Dengan pengelolaan yang konsisten dan berkelanjutan, kawasan tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu sentra budidaya dan pengolahan jamur tiram di Kabupaten Deli Serdang.(ac)







