Politik

Wong: Pentingnya Sekolah Ramah Anak Berbasis Pancasila

218
×

Wong: Pentingnya Sekolah Ramah Anak Berbasis Pancasila

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di SDN 060878, Jalan Gunung Krakatau, Kelurahan PBD 1, Kecamatan Medan Timur.

​Dalam arahannya, Wong Chun Sen menyoroti pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan, salah satunya melalui perwujudan pola Sekolah Ramah Anak (SRA).

​Keadilan Pendidikan dan Peran Guru
​Wong Chun Sen menegaskan bahwa keadilan dalam pendidikan harus selaras dengan implementasi Sila Kelima Pancasila. Ia mengimbau para tenaga pendidik agar tidak membeda-bedakan latar belakang peserta didik.

​”Sebagai guru pendidik, mereka harus menyamaratakan. Mereka adalah anak-anak yang harus kita didik, kita bina, dan diberikan ilmu pengetahuan. Kita didik mereka menjadi orang yang beretika dan bermoral,” ujar Wong Chun Sen didampingi Kasi Kesos Medan Timur Sutan H Daulay, Sekretaris Lurah PBD 1 Risma Ria Siregar, Kesbangpol Pemko Medan Donald R Simanjuntak serta tokoh masyarakat dari PPM, Pujaketarub, dan Kader PDIP.

​Ia menambahkan, pendidikan inklusif merupakan instrumen keadilan sosial di mana setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, budaya, gender, maupun kondisi disabilitas.

​Menolak Keras Kekerasan di Sekolah
​Berdasarkan data yang dipaparkannya, tantangan dunia pendidikan saat ini masih diwarnai oleh tindakan kekerasan di sekolah, yang meliputi kekerasan seksual (42%), perundungan atau bullying (31%), serta kekerasan psikis dan fisik.

​Ketua DPRD Medan ini mengingatkan bahwa dampak dari kekerasan dan intoleransi tersebut bersifat multidimensional serta dapat merusak mental anak dalam jangka panjang.

​”Dampak jangka panjangnya, intoleransi yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi radikalisme dan melemahkan kualitas demokrasi serta kohesi sosial bangsa. Oleh karena itu, sejak awal jangan kita biarkan,” tegasnya.

​Empat Konsep Dasar Sekolah Ramah Anak
​Lebih lanjut, Wong Chun Sen menjabarkan empat konsep dasar yang harus dimiliki oleh Sekolah Ramah Anak yang berbasis Pancasila, yaitu:

Mengubah Paradigma: Mengubah pola “mengajar” menjadi pembimbing, orang tua, dan sahabat bagi anak.

Memberikan Teladan: Menampilkan perilaku yang benar dalam interaksi sehari-hari.

Memastikan Perlindungan: Orang dewasa harus terlibat penuh dalam melindungi anak.

Keterlibatan Aktif: Memastikan orang tua dan anak terlibat aktif dalam memenuhi komponen SRA.

Peran Krusial Orang Tua

​Di akhir pemaparannya, Wong Chun Sen juga mengingatkan para orang tua agar tidak sepenuhnya menyerahkan urusan mendidik anak kepada pihak sekolah.

Hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak di rumah menjadi fondasi utama mencegah anak terjerumus ke dalam lingkungan yang negatif, seperti tawuran atau komunitas anak pang.

​”Anak-anak kita itu harus kita didik menjadi energi yang positif. Sekolah Ramah Anak adalah sekolah yang menempatkan anak sebagai subjek, bukan objek. Artinya, setiap kebijakan, interaksi, dan proses pembelajaran harus berpihak pada kepentingan terbaik untuk anak-anak,” ucap Wong.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *