Nasional

Warga Medan Berburu Parfum dan Air Galon, Krisis Air Tirtanadi Bikin Resah

216
×

Warga Medan Berburu Parfum dan Air Galon, Krisis Air Tirtanadi Bikin Resah

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Parfum dan air galon mendadak menjadi barang yang paling banyak dicari warga Kota Medan setelah Perumda Tirtanadi mengumumkan gangguan distribusi air bersih di sejumlah wilayah. Informasi tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Selasa (9/6/2026), sebagaimana dikutip dari Detik.com.

Memasuki Rabu (10/6/2026), warga mulai mengeluhkan terganggunya aktivitas sehari-hari akibat pasokan air yang tidak mengalir. Kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, hingga memasak menjadi sulit dipenuhi.

Sebagian warga memilih menggunakan deodoran atau parfum sebagai alternatif untuk menjaga kebersihan tubuh. Sementara untuk kebutuhan memasak dan konsumsi sehari-hari, banyak warga beralih membeli air galon.

Pantauan Menarapos.id di sejumlah kawasan terdampak menunjukkan sebagian warga terpaksa menumpang mandi di rumah kerabat, tetangga, maupun rumah ibadah yang memiliki sumur bor.

“Wah, repotlah bang, pagi-pagi sudah harus cari air,” ujar seorang warga yang mengaku kecewa namun hanya bisa pasrah menunggu perbaikan selesai dilakukan.

Ia berharap gangguan distribusi air tidak berlangsung hingga 48 jam. Menurutnya, warga baru saja menghadapi pemadaman listrik berkepanjangan akibat robohnya menara transmisi PLN, dan kini harus kembali menghadapi krisis air bersih.

“Kemarin kami gelap-gelapan karena tower PLN roboh. Sekarang air pula yang macet karena peralatan rusak akibat pemadaman listrik,” keluhnya.

Warga lainnya, Ari, menilai pelayanan publik harus lebih diperhatikan karena masyarakat tetap dituntut membayar tagihan tepat waktu.

“Kami ini pelanggan PDAM Tirtanadi dan PLN. Kalau telat bayar, ada surat teguran bahkan ancaman pemutusan layanan. Jadi jangan sampai masyarakat terus yang dirugikan,” katanya.

Menurut Ari, Perumda Tirtanadi tidak perlu berbicara soal kompensasi terlebih dahulu, melainkan fokus membenahi sistem dan peralatan distribusi air agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sebelumnya, sebagaimana dikutip dari Detik.com, layanan distribusi air Perumda Tirtanadi mengalami gangguan di tujuh kecamatan di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, menyebut gangguan tersebut dipicu kerusakan mesin operasional yang terdampak pemadaman listrik dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara atas gangguan pelayanan air bersih akibat kerusakan mesin operasional. Kerusakan mesin terjadi sebagai dampak dari pemadaman listrik yang belakangan ini terjadi,” kata Ardian dalam video yang diunggah di akun Instagram Gubernur Sumut Bobby Nasution, Selasa (9/6/2026).

Ardian menjelaskan, gangguan distribusi air mulai terjadi sejak pukul 20.00 WIB dan diperkirakan berlangsung hingga dua hari ke depan. Tujuh wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Delitua, Medan Amplas, Medan Kota, Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Maimun, serta sebagian wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan.

Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, Perumda Tirtanadi menyiapkan mobil tangki air bersih di setiap kecamatan terdampak.

“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, kami menyediakan mobil tangki air bersih di setiap kecamatan,” ujarnya.

Sebelumnya, melalui akun Instagram @tirtanadiprovsu, Selasa (9/6/2026), Perumda Tirtanadi telah mengumumkan adanya gangguan aliran air rumah tangga yang menyebabkan tekanan air mengecil hingga tidak mengalir sama sekali.

Dalam keterangannya disebutkan, gangguan terjadi karena perawatan dan perbaikan Pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) berdiameter 1.000 milimeter di kawasan Jalan Purwo Gang Family, Delitua, Kabupaten Deli Serdang, akibat kebocoran pipa.

“Pekerjaan perawatan tersebut mengakibatkan terganggunya distribusi air bersih ke sejumlah wilayah pelanggan yang selama ini dilayani melalui jaringan pipa utama tersebut,” tulis Tirtanadi.

Pihak perusahaan menyatakan tim teknis telah diterjunkan sejak kebocoran terdeteksi untuk melakukan penanganan darurat.

“Proses perbaikan dilakukan dengan menutup aliran air pada jaringan yang terdampak guna memudahkan pekerjaan dan mencegah kebocoran semakin meluas,” demikian keterangan resmi Tirtanadi.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *