Headline

Banjir Besar Jadi Pelajaran, Pemko Medan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan

311
×

Banjir Besar Jadi Pelajaran, Pemko Medan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Pengalaman banjir besar yang melanda Kota Medan tahun lalu menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, kesiapsiagaan serta koordinasi lintas lembaga terus diperkuat untuk menghadapi potensi bencana, khususnya memasuki musim hujan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap saat menerima audiensi International Organization for Migration (IOM) di Balai Kota Medan, Jumat (28/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Zakiyuddin menyampaikan apresiasi kepada IOM yang telah ikut membantu Pemko Medan saat banjir besar melanda Kota Medan tahun lalu. Menurutnya, bencana tersebut tidak hanya menjadi tantangan bagi pemerintah, tetapi juga menunjukkan pentingnya solidaritas dan kolaborasi berbagai pihak dalam situasi darurat.

“Sesama manusia tetap saling tolong dan membantu. Terima kasih IOM telah membantu Pemko Medan saat bencana banjir tahun lalu,” ujar Zakiyuddin.

Pemko Medan, lanjut Zakiyuddin, terus melakukan rapat dan koordinasi untuk mengantisipasi potensi banjir. Langkah tersebut semakin ditingkatkan seiring memasuki September yang diperkirakan mulai memasuki musim hujan.

Ia menegaskan Pemko Medan tidak ingin kejadian serupa kembali terjadi, terlebih apabila bencana banjir berskala besar kembali melanda dalam waktu berdekatan.

“Bencana besar seperti ini jangan sampai terjadi lagi. Karena itu, kesiapsiagaan dan koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat,” katanya.

Menurut Zakiyuddin, pengalaman menghadapi banjir tahun lalu juga memberikan pelajaran mengenai pentingnya kolaborasi kemanusiaan. Tidak hanya pemerintah dan organisasi kemanusiaan yang bergerak membantu, para pengungsi yang tinggal di Kota Medan juga turut mengambil bagian dalam membantu warga terdampak banjir.

Sementara itu, Chief of Mission IOM Indonesia Jeffrey Labovitz mengungkapkan jumlah pengungsi yang berada di Kota Medan saat ini tercatat sedikit di atas 1.000 orang. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang mencapai sekitar 2.200 orang.

Para pengungsi tersebut berasal dari 15 negara. Populasi terbesar berasal dari Afganistan dan Somalia.

Jeffrey mengatakan, salah satu pengalaman yang paling berkesan dalam kerja IOM di Medan terjadi ketika banjir besar melanda Kota Medan tahun lalu. Saat itu, sejumlah pengungsi ikut membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Mereka di antaranya membantu membersihkan rumah warga lanjut usia yang mengalami kesulitan melakukan pekerjaan tersebut secara mandiri.

Menurut Jeffrey, keterlibatan para pengungsi tersebut menjadi gambaran bahwa solidaritas kemanusiaan dapat tumbuh tanpa memandang latar belakang seseorang. Pihak yang sebelumnya menerima bantuan juga dapat berkontribusi membantu masyarakat di lingkungan sekitarnya.

“Kunjungan kali ini juga menjadi momentum untuk menyampaikan terima kasih kepada Pemko Medan atas dukungan berkelanjutan dalam menerima dan membantu para pengungsi, sekaligus memperkuat kembali hubungan baik antara IOM dan Kota Medan,” ungkap Jeffrey.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *