Pemerintahan

Bobby Beri Tali Asih 13 Legenda Olahraga Sumut Peringati Haornas ke-43

319
×

Bobby Beri Tali Asih 13 Legenda Olahraga Sumut Peringati Haornas ke-43

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto:Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjadi pembina upacara Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026 di Lapangan Apel Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (14/9/2026). (Diskominfo Sumut)

MEDAN, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memberikan tali asih kepada 13 purna olahragawan berprestasi dalam momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43. Para legenda olahraga tersebut dinilai telah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di berbagai ajang internasional.

Pemberian tali asih berlangsung usai upacara peringatan Haornas ke-43 di Lapangan Apel Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (14/9/2026).

Sebanyak 13 purna olahragawan menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Mereka terdiri dari 7 olahragawan disabilitas dan 6 olahragawan yang memiliki rekam jejak prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Sejumlah nama besar turut menerima tali asih tersebut. Di antaranya Sutiyono, legenda balap sepeda yang mengoleksi 7 medali emas SEA Games; Lidya S. Titaley dengan 4 medali emas; Mardi Lestari, sprinter yang pernah dijuluki manusia tercepat Asia; serta Lamhot Simamora, petinju yang dikenal memiliki catatan prestasi gemilang.

Dari kalangan atlet disabilitas, terdapat Azhar Panjaitan yang meraih 4 medali emas catur ASEAN Para Games, Ismayuddin Simangunsong dengan 1 medali emas catur ASEAN Para Games, dan Rosalina Manurung yang mengoleksi 6 medali emas catur ASEAN Para Games serta 1 medali emas Asian Para Games.

Penerima lainnya yakni Yuddi Ana dengan 1 medali emas tolak peluru ASEAN Para Games, Anto Boy dengan 3 medali emas ASEAN Para Games, serta Nasip Farta Simanja yang meraih 10 medali emas catur ASEAN Para Games.

Bobby mengatakan pemberian tali asih merupakan bentuk penghormatan masyarakat Sumut kepada para atlet yang telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia melalui prestasi olahraga.

“Ini salah satu bentuk apresiasi dan penghormatan masyarakat Sumut karena telah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di dunia, menorehkan prestasi yang luar biasa dan keaktifan bapak/ibu sekalian di dunia olahraga,” kata Bobby Nasution usai upacara.

Selain memberikan penghargaan kepada para legenda olahraga, Bobby menekankan pentingnya membangun budaya olahraga di tengah masyarakat. Menurutnya, prestasi atlet tidak lahir secara instan, tetapi tumbuh dari lingkungan yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Kita harus ingat, atlet-atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga, karena itu budaya olahraga, prestasi dan industrinya kita harus bangun sebagai satu kesatuan ekosistem,” ujarnya.

Bobby menilai pembangunan ekosistem olahraga harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, atlet, pembina, organisasi olahraga, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, olahraga tidak hanya menjadi sarana untuk mencetak prestasi dan mengharumkan nama daerah maupun negara. Jika ekosistemnya dibangun dengan baik, olahraga juga dapat berkembang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Upacara Haornas ke-43 turut dihadiri Pj Sekdaprov Sumut Timor Tumanggor, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar, Ketua NPCI Sumut Alan Sastra Ginting, Ketua Kormi Muhammad Daffasya Adnan, jajaran OPD Pemprov Sumut, atlet Sumut, serta para pegiat olahraga.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *