Pemerintahan

Bobby: Kemerdekaan Harus Diisi Kerja Nyata, Kolaborasi Wujudkan Indonesia Emas 2045

316
×

Bobby: Kemerdekaan Harus Diisi Kerja Nyata, Kolaborasi Wujudkan Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
FOTO: Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Wakil Gubernur Sumut Surya, Sahli I TP PKK Titiek Sugiharti, Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor beserta istri, seluruh OPD dan Forkopimda Sumut, serta para Konsul Negara Sahabat menghadiri Resepsi Kenegaraan dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Sumut Tahun 2026 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Senin (17/8/2026) malam.(Diskominfo Sumut)

MEDAN, Menarapos.id — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi harus diisi dengan kerja nyata agar hasil pembangunan dapat benar-benar dirasakan masyarakat. Menurut Bobby, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci mewujudkan Sumut yang maju dan sejahtera sekaligus berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Resepsi Kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (17/8/2026) malam. Acara tersebut dihadiri para Konsul Jenderal (Konjen) negara-negara sahabat dan sejumlah undangan.

Bobby mengatakan cita-cita pembangunan harus diwujudkan melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Cita-cita itu baru cukup kalau sudah menjadi kenyataan dan sudah tercapai,” tegas Bobby.

Ia menyebut Sumut memiliki kekayaan alam dan potensi luar biasa yang harus dijaga dan dikelola secara optimal. Danau Toba dan berbagai sumber daya alam lainnya, kata Bobby, merupakan anugerah yang harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Karena itu, Bobby mengajak pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta negara-negara sahabat memperkuat kolaborasi untuk mendorong Sumut semakin maju dan sejahtera.

Semangat kolaborasi tersebut, lanjutnya, sejalan dengan pesan Konjen Malaysia yang mengibaratkan pembangunan seperti perlombaan panjat pinang. Untuk mencapai puncak, tidak ada satu pihak yang dapat berdiri sendiri.

“Ada yang memanjat, menopang, memberi arah, sekaligus memastikan agar tidak terjatuh. Dengan semangat kebersamaan tersebut, ‘hadiah’ di puncak bukan sekadar hadiah perlombaan, melainkan kemakmuran, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Sumut,” ujar Bobby.

Bobby juga mengapresiasi pesan Konjen Malaysia mengenai pentingnya menghilangkan berbagai hambatan dalam pembangunan. Pemerintah, menurutnya, harus hadir memberikan pelayanan terbaik dan tidak menciptakan kesulitan bagi masyarakat maupun dunia usaha.

“Jangan mempersulit orang. Kita saja sebagai umat manusia kalau dipersulit sesama manusia, kesalnya luar biasa,” ujarnya.

Ia berharap semangat kemerdekaan terus diwujudkan melalui kerja nyata, peningkatan pelayanan publik, penguatan investasi, serta pengelolaan potensi daerah secara berkelanjutan.

“Dengan sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan negara-negara sahabat, Sumut diharapkan mampu semakin berdaya saing dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kita berharap Sumatera Utara menjadi emas yang paling bersinar di 2045 nanti,” ucapnya.

Konjen Malaysia Soroti Potensi Sumut
Sementara itu, mewakili negara-negara sahabat, Konsul Jenderal Malaysia di Medan Shahril Nizam Abdul Malek mengapresiasi potensi dan arah pembangunan Sumut. Ia mengibaratkan pembangunan daerah seperti perlombaan panjat pinang yang tidak mungkin dimenangkan oleh satu orang dengan kekuatannya sendiri.

“Tidak ada satu orang pun yang bisa sampai ke puncak dengan kekuatan sendiri. Yang paling kuat berada di bawah, yang paling ringan mungkin berada di atas, yang berpengalaman mengatur strategi. Semua harus percaya kepada orang lain,” ujarnya.

Shahril juga menyoroti besarnya potensi Sumut, mulai dari pertanian dan perkebunan, industri, hingga pariwisata. Namun, potensi tersebut harus didukung infrastruktur memadai, konektivitas kuat, serta kemudahan perizinan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, lapangan kerja, dan peningkatan keterampilan masyarakat.

Ia mengibaratkan potensi Sumut seperti durian. Dari luar terlihat menarik, tetapi untuk menikmatinya diperlukan cara yang tepat untuk membukanya.

“Kalau salah membukanya, kita sendiri yang terluka. Kalau terlalu banyak duri dalam prosesnya, investor mungkin memilih makan buah yang lain,” katanya.

Karena itu, Shahril menegaskan komitmen perwakilan negara-negara sahabat di Sumut untuk menjadi bagian dari upaya membuka potensi tersebut melalui kerja sama di bidang investasi, pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan hubungan internasional.

Mengakhiri sambutannya, Shahril turut mengapresiasi kepemimpinan Bobby Nasution dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan transformasi ekonomi, termasuk perhatian terhadap pembangunan di Kepulauan Nias.

Turut hadir Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Wakil Gubernur Sumut Surya, Staf Ahli TP PKK Sumut Titiek Sugiharti, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor, Forkopimda Sumut, pimpinan BUMD, para rektor, pelatih, serta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *