MEDAN, Menarapos.id – Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen Tarigan menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman moral dan etika publik dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengingatkan warga agar menjunjung tinggi musyawarah, menjaga toleransi, serta bijak menggunakan media sosial untuk mencegah penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Pesan tersebut disampaikan Wong saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila bertema “Pancasila sebagai Sumber Nilai, Moral, dan Etika Publik” di Kota Medan, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta reses itu menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.
Dalam kegiatan tersebut, Wong didampingi Kasi PPM Medan Deli Rinaldi Zuhri Siregar, Lurah Mabar Hilir Bardansyah, Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Deli Guntur Turnip, Staf Ahli Pimpinan DPRD Medan Zainuddin Lubis, serta pengurus PAC PDI Perjuangan dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas).
Wong: Musyawarah dan Keadilan Sosial Harus Diterapkan
Dalam arahannya, Wong mengatakan Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilainya mengajarkan masyarakat untuk menghormati peraturan perundang-undangan, mengutamakan musyawarah, serta membangun sikap kolaboratif dan bertanggung jawab.
Menurutnya, tradisi musyawarah dan mufakat telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Semangat musyawarah mufakat ini telah kita laksanakan secara turun-temurun dari nenek moyang kita. Contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika sebuah keluarga bermusyawarah sebelum menggelar acara pernikahan. Tradisi bermusyawarah dan berembuk ini juga diajarkan di sekolah-sekolah dalam mengambil keputusan,” ujar Wong.
Ia juga menyoroti pentingnya penerapan sila kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Menurutnya, keadilan sosial harus diwujudkan melalui kebijakan dan pelayanan publik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Wong mencontohkan program jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan dan Universal Health Coverage (UHC), serta penyediaan fasilitas pendidikan yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Inilah wujud keadilan sosial yang dihadirkan oleh negara melalui penggunaan uang rakyat untuk kesejahteraan bersama, khususnya warga Kota Medan,” katanya.
Ingatkan Warga Tak Asal Viralkan Informasi
Wong turut menyoroti pentingnya etika publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama kabar yang belum jelas kebenarannya.
Menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, kebebasan menyampaikan pendapat harus diiringi tanggung jawab agar tidak memicu kesalahpahaman dan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Sebagai masyarakat yang berpancasila, kita harus bijak. Jika ada persoalan, hendaknya disaring dan dipikirkan baik-baik terlebih dahulu. Jangan asal mengunggah atau memviralkan hal-hal yang belum terbukti kebenarannya di media sosial hingga menimbulkan kegaduhan,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Sikap kritis dan bertanggung jawab di ruang digital, menurutnya, merupakan bagian dari penerapan nilai moral dan etika publik.
Beda Pilihan Jangan Merusak Persatuan
Selain etika bermedia sosial, Wong mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama dan mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Ia menegaskan perbedaan pandangan politik maupun agama tidak seharusnya menjadi alasan untuk merusak hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.
“Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan kita untuk taat beribadah sekaligus saling menghargai dan toleran terhadap sesama. Pergaulan di lingkungan masyarakat jangan sampai retak karena perbedaan,” ucapnya.
Wong juga mengingatkan para pejabat publik dan penyelenggara negara agar memberikan teladan melalui perilaku sederhana, serta menjalankan amanah kekuasaan dengan mengutamakan kepentingan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dorong Terwujudnya Masyarakat Pancasila
Mengakhiri pemaparannya, Wong menyebut terwujudnya masyarakat yang inklusif, tertib, aman, dan sejahtera sangat bergantung pada penerapan nilai-nilai Pancasila oleh setiap individu.
Ia menjelaskan, manusia yang berjiwa Pancasila harus memiliki sikap religius, semangat kebangsaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, mengedepankan gotong royong, serta menaati hukum dan peraturan perundang-undangan.
“Manusia Pancasila adalah pribadi yang religius, memiliki jiwa kebangsaan, menjunjung nilai kemanusiaan, bergotong royong, serta taat pada hukum dan perundang-undangan. Melalui kegiatan wawasan kebangsaan ini, kita berharap dapat terus memupuk nilai-nilai luhur Pancasila demi kesejahteraan bersama,” pungkas Pria yang akrab disapa Bang Wong.(ac)






