Politik

Zulkarnaen Gelar Wasbang di Medan Tembung: Gali Nilai Moral Pancasila hingga Solusi PKH dan IKD

329
×

Zulkarnaen Gelar Wasbang di Medan Tembung: Gali Nilai Moral Pancasila hingga Solusi PKH dan IKD

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Wakil Ketua DPRD Kota Medan H. Zulkarnaen, S.K.M., mendorong penguatan kembali pendidikan moral Pancasila di kalangan generasi muda. Hal itu disampaikannya saat melaksanakan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dengan tema “Pancasila sebagai Sumber Nilai Moral dan Etika Publik” di Jalan Tuamang, Medan, Sabtu, 26 September 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Medan Tembung Idris, Lurah Sidorejo Hilir Muhammad Fauzan Harahap, Babinsa Sidorejo Hilir Sertu Idham Kholil, serta Ustaz H. Sabam S. Situmorang.

Dalam pemaparannya, Zulkarnaen mengatakan kegiatan Wasbang bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjadikan Pancasila sebagai sumber nilai moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila berkedudukan sebagai sumber nilai moralitas dan etika publik. Pancasila mengandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zulkarnaen.

Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai hafalan, tetapi harus menjadi pedoman dalam mengambil keputusan, bertindak, serta berinteraksi di tengah masyarakat.

“Jadikanlah Pancasila sebagai sumber moral dalam kehidupan kita, baik dalam bertetangga, bermasyarakat maupun dalam kehidupan rumah tangga,” katanya.

Warga Keluhkan Tawuran Antar Remaja

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Salah satunya disampaikan Cinta Marito Siregar, warga Lingkungan 13 Jalan Tuamang, yang mengeluhkan perilaku sejumlah remaja yang kerap menggunakan sepeda motor secara ugal-ugalan dan bersikap kasar ketika ditegur.

Menurutnya, persoalan tersebut semakin meresahkan karena tidak jarang berujung pada tawuran.

“Kami selalu menjadi ketakutan. Warga sekitar juga tidak berani menegur karena sikap brutal dari para remaja tersebut. Bahkan tak jarang mereka tawuran sehingga membuat warga resah,” ungkapnya.

Cinta juga mengeluhkan para remaja yang kerap memarkirkan sepeda motor di sekitar tempat usahanya hingga mengganggu aktivitas warga.

Warga Minta Pendidikan Moral Pancasila Diperkuat

Sementara itu, Hartoyo, warga Jalan Tuamang, meminta DPRD Medan mendorong agar pendidikan moral Pancasila kembali diperkuat di sekolah.

Ia mengusulkan agar materi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kembali mendapatkan ruang yang lebih kuat dalam pendidikan generasi muda.

“Dulu ada Pendidikan Moral Pancasila dan penataran P4. Saya mohon bagaimana pendidikan moral Pancasila itu bisa diaktifkan atau dibuat kembali dan diajarkan kepada anak-anak didik sekarang,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Zulkarnaen mengatakan pihaknya akan membahas kemungkinan penguatan pendidikan moral Pancasila melalui kebijakan di tingkat pemerintah daerah.

“Inilah yang menjadi pekerjaan rumah dan tanggung jawab kami. Bagaimana materi pendidikan moral Pancasila bisa kembali diperkuat,” kata Zulkarnaen.

Ia mengatakan DPRD Medan juga telah membicarakan hal tersebut dengan Pemerintah Kota Medan.

“Kami sedang menggodok bagaimana nantinya pendidikan moral Pancasila ini bisa dimasukkan dalam kebijakan daerah, sehingga anak-anak kembali mendapatkan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.

Zulkarnaen menilai penguatan nilai Pancasila penting di tengah berbagai persoalan yang melibatkan generasi muda, seperti tawuran, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba hingga judi online.

Soroti Tantangan Generasi di Era Digital

Zulkarnaen mengatakan perkembangan teknologi digital turut mengubah pola interaksi anak dengan orang tua maupun lingkungan sekitarnya.

“Sekarang zaman serba digital. Pertemuan antara anak dan orang tua juga semakin berkurang. Anak pulang sekolah masuk kamar, sehingga interaksi dengan keluarga menjadi jauh,” kata Wakil Ketua DPRD Medan asal Pemilihan Medan Tembung, Medan Deli, Medan Timur dan Medan Perjuangan.

Ia juga mengaku prihatin setelah menemukan masih ada pelajar yang belum menghafal Pancasila maupun memahami nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa.

“Ini menjadi keprihatinan kita. Kita ingin kembali menggemakan rasa cinta terhadap tanah air dan Pancasila,” ujarnya.

Warga Keluhkan Akses IKD dan Bantuan Sosial

Dalam dialog tersebut, warga bernama Fany juga menyampaikan persoalan terkait Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan akses perlindungan sosial.

Ia mempertanyakan solusi bagi warga lanjut usia atau masyarakat yang tidak memiliki telepon seluler dan kesulitan menggunakan layanan digital.

“Kalau satu handphone harus satu warga dan satu akun, bagaimana solusinya bagi warga yang sudah tua dan tidak punya handphone?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Sidorejo Hilir Muhammad Fauzan Harahap mengatakan pihak kelurahan siap membantu warga yang mengalami kendala.

“Kalau ada warga yang gaptek atau belum bisa mengakses IKD, bisa datang ke kantor lurah. Di sana ada operator Dukcapil yang akan membantu,” jelas Fauzan.

Ia juga menyebut pihak kelurahan dapat membantu masyarakat dalam mengakses layanan perlindungan sosial melalui perangkat kewilayahan.

Lansia Minta Kepastian Terkait PKH

Aspirasi lainnya disampaikan Saniah, seorang lansia yang mengaku tinggal seorang diri di rumah warisan orang tuanya. Ia mengeluhkan belum mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Zulkarnaen menjelaskan persoalan bantuan sosial berkaitan dengan pendataan dan klasifikasi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia meminta warga memastikan data kependudukan dan data sosialnya sesuai kondisi sebenarnya.

“Kalau merasa layak mendapatkan bantuan, silakan dicek datanya. Kalau ada yang tidak sesuai, bisa disampaikan melalui kelurahan untuk dilakukan perbaikan sesuai prosedur,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Medan juga memiliki program PKH Medan Makmur yang menyasar kelompok masyarakat tertentu, termasuk lansia dan penyandang disabilitas sesuai kriteria program.

Kelurahan Siapkan Posko Antisipasi Tawuran

Terkait keluhan tawuran remaja, Lurah Sidorejo Hilir, mengatakan pihak kelurahan bersama unsur kewilayahan telah menyiapkan mekanisme pengamanan lingkungan.

Menurut Fauzan, terdapat posko gabungan dan posko ketertiban umum yang melibatkan kepala lingkungan serta unsur terkait.

“Kalau ada tawuran atau kejadian lainnya, silakan segera menghubungi kepala lingkungan. Kami juga akan turun langsung apabila ada persoalan di wilayah,” katanya.

Zulkarnaen menegaskan dialog Wasbang tidak hanya menjadi forum penyampaian materi Pancasila, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Ia berharap penguatan nilai Pancasila dapat berjalan beriringan dengan upaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta membangun karakter generasi muda.

“Nilai-nilai Pancasila harus kembali kita tanamkan kepada anak-anak sejak dini. Bukan sekadar dihafalkan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(ac)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *