Wakil Rakyat

Apresiasi Pameran Foto “Prahara Pulau Emas”, Rico: Foto Jurnalistik Gugah Empati dan Ciptakan Harapan

315
×

Apresiasi Pameran Foto “Prahara Pulau Emas”, Rico: Foto Jurnalistik Gugah Empati dan Ciptakan Harapan

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi pameran foto jurnalistik bertajuk “Prahara Pulau Emas” yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan di Atrium Plaza Medan Fair, Rabu (19/8/2026).

Pameran tersebut menampilkan karya-karya foto jurnalistik yang merekam jejak bencana banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Setiap karya tidak hanya menyajikan peristiwa, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan yang kuat.

Dalam sambutannya, Rico Waas menilai foto jurnalistik bukan sekadar dokumentasi visual, melainkan medium yang mampu menggugah empati sekaligus menumbuhkan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Ia mencontohkan sejumlah foto jurnalistik fenomenal dunia, di antaranya “The Vulture and The Little Child” dan “The Tank Man”, yang dinilai mampu menggerakkan aksi kemanusiaan sekaligus mengubah cara pandang masyarakat dunia terhadap sebuah peristiwa.

“A picture speaks a thousand words. Setiap foto itu menceritakan ribuan kata. Efeknya akan sangat panjang, bahkan bisa berdampak dan menciptakan harapan,” kata Rico Waas.

Menurutnya, foto jurnalistik memiliki kekuatan tersendiri dibandingkan media visual lainnya, termasuk video. Di tengah dominasi konten bergerak di media sosial, sebuah foto tetap mampu menghadirkan cerita yang mendalam melalui satu bingkai.

“Video itu menciptakan komentar, tapi kalau foto menciptakan cerita. Dia berada di dalam satu frame yang tidak bergerak. Tapi kita yang bisa memaknainya, bisa menceritakan dari A sampai Z,” ujarnya.

Karena itu, Rico berharap pameran foto jurnalistik seperti “Prahara Pulau Emas” dapat terus digelar. Pemerintah Kota Medan, kata dia, siap berkolaborasi agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan di tempat yang lebih representatif.

“Kita perlu ngobrol bersama, mungkin tidak di dalam ruang formal saja, tapi kita duduk bicara bersama tentang jurnalistik media, secara pemberitaan dan jurnalistik foto, agar kita tetap bisa merawat karya-karya ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator PFI Wilayah Sumatera Hendra Syamhari mengatakan, pameran tersebut merupakan bagian dari rangkaian roadshow fotografi jurnalistik yang digelar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Pameran foto ini mencatatkan sejarah kepada anak cucu kita, bahwa di Pulau Sumatera pernah terjadi bencana besar,” kata Hendra.

Hendra juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Medan yang telah mendukung penyelenggaraan pameran tersebut. Ia turut mengungkapkan perjuangan dan dedikasi para jurnalis foto saat menjalankan tugas di tengah kondisi bencana.

“Jurnalis foto adalah profesi yang kerap melupakan diri demi tugas. Saat bencana menerpa, para pewarta menembus banjir dan menerjang bahaya tanpa memikirkan kondisi rumah sendiri atau keluarga yang ditinggalkan. Yang ada di pikiran mereka hanyalah memastikan kamera siap bekerja untuk mengabarkan kondisi sebenarnya kepada dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah maraknya berita bohong atau hoaks, jurnalis foto akan terus berkomitmen merekam berbagai momen penting secara jujur dan berdasarkan hati nurani, demi menghadirkan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Pameran foto tersebut turut dihadiri Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, Ketua PFI Medan Riski Cahyadi, Ketua Panitia Pameran Irsan Mulyadi, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Di antaranya, Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane, Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, Kepala Dinas Damkarmat Kota Medan Wandro Abadi Agnellus Malau, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, dan Kasatpol PP Kota Medan M. Yunus. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *