Pemerintahan

Bobby Kirim 1.050 Ton Cabai ke Palangkaraya, Jaga Harga dan Sejahterakan Petani

218
×

Bobby Kirim 1.050 Ton Cabai ke Palangkaraya, Jaga Harga dan Sejahterakan Petani

Sebarkan artikel ini
FOTO:Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution melepas pengiriman Komoditas Cabai Merah Tahap 3 di Halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Rabu (22/4/2026). Pengiriman Komoditas Cabai Merah Keriting ini merupakan Kerjasama Antar Daerah (KAD) Kabupaten Karo dengan Kota Palangkaraya. (ist)

MEDAN, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, melepas pengiriman 1.050 ton cabai merah dari Kabupaten Karo ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Isi (disesuaikan gaya DetikNews):
Pengiriman cabai merah tersebut merupakan bagian dari kerja sama antardaerah (KAD) antara wilayah surplus dan daerah defisit guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.

Pelepasan dilakukan di halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (22/4/2026).

Bobby mengatakan program KAD diharapkan mampu mengendalikan inflasi serta menjaga harga tetap stabil, baik di tingkat petani maupun konsumen. Selain itu, kerja sama ini juga diyakini dapat memperluas akses pasar bagi petani.

“Tolong jadikan KAD ini sebagai program unggulan. Jika sudah banyak daerah yang bekerja sama, prioritaskan yang sudah berkomitmen,” ujarnya.

Pemprov Sumut menargetkan kerja sama ini dapat berjalan di 12 kabupaten/kota pada tahun 2026. Bobby optimistis program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ini terobosan luar biasa dan murni untuk kesejahteraan petani,” katanya.

Ia juga menegaskan kerja sama tersebut tidak akan mengganggu pasokan cabai di Sumut. Menurutnya, stok cabai masih aman, terutama setelah periode hari besar keagamaan.

Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, mengatakan pengiriman ini merupakan tahap ketiga sejak kerja sama dengan Palangkaraya dimulai tahun ini. Total cabai yang dikirim mencapai 1.050 ton.

Ia menyebut KAD berdampak positif terhadap harga cabai di tingkat petani. Harga yang sempat turun hingga Rp9.000 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp25.000 per kilogram.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Terpuk Sisiwa, Pedoman Ginting, mengatakan kerja sama antardaerah membantu menjaga keseimbangan harga dan pasokan.

Menurutnya, kelompok tani yang dipimpinnya mampu memproduksi 3-4 ton cabai per hari. Dengan adanya KAD, harga cabai berangsur naik dari Rp9.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.

Ia menambahkan harga kesepakatan dengan Palangkaraya berada di angka Rp21.000 per kilogram, sementara harga pokok produksi sekitar Rp18.000 per kilogram sehingga petani masih memperoleh keuntungan.

Kabupaten Karo sendiri merupakan salah satu sentra produksi cabai merah di Sumut dengan luas lahan sekitar 4.000 hektare. Selain ke Palangkaraya, distribusi cabai juga dilakukan ke Sumatera Barat dan Riau.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *