HeadlineSelebriti

Zakiyuddin Puji Film “Samudera”, Karya Anak Medan yang Sarat Pesan Moral

324
×

Zakiyuddin Puji Film “Samudera”, Karya Anak Medan yang Sarat Pesan Moral

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, memberikan apresiasi tinggi terhadap film Samudera yang diproduksi sepenuhnya oleh sineas muda asal Medan. Menurutnya, kehadiran film tersebut menjadi bukti bahwa industri perfilman lokal memiliki potensi besar untuk berkembang dan layak mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.

Apresiasi itu disampaikan Zakiyuddin saat menerima audiensi tim produksi film Samudera yang dipimpin produser Dewi Budiati Teruna Said, Rabu (20/5/2026), di Ruang Khusus Wakil Wali Kota Medan.

Dalam pertemuan itu, tim produksi turut mengundang Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota untuk menghadiri gala premiere film Samudera yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026 di Cinepolis Sun Plaza Medan.

Didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Arrahmaan Pane serta Sekretaris Dinas Pariwisata T. Roby Chairi, Zakiyuddin menilai film bertema lokal yang digarap putra daerah memiliki kedekatan emosional kuat dengan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan sineas hingga para pemain asal Medan menjadi kekuatan penting dalam membangun identitas dan kebanggaan daerah melalui karya perfilman.

“Film bukan hanya tontonan, tapi juga harus menjadi tuntunan. Harus ada nilai pendidikan, akhlak, dan pesan sosial yang bisa diterima generasi muda,” ujar Zakiyuddin.

Ia berharap karya-karya film lokal ke depan mampu menjadi media edukasi untuk menekan berbagai persoalan sosial seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga maraknya judi online.

Zakiyuddin juga menilai film dapat menjadi sarana membangun motivasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya menghadirkan edukasi bagi masyarakat pesisir dan nelayan melalui media film, sehingga mampu membuka wawasan tentang pendidikan serta peningkatan taraf hidup.

Tak hanya itu, Zakiyuddin mendorong pemerintah ikut mengambil peran dalam mempromosikan karya-karya film lokal, termasuk melalui dukungan sektor komunikasi dan informatika.

“Seni, termasuk film, harus bisa menjadi bagian penting kehidupan masyarakat. Kalau dikelola dengan baik, seni bukan hanya hidup, tetapi juga mampu menghidupi para pelakunya,” katanya.

Sementara itu, produser Dewi Budiati Teruna Said menjelaskan film Samudera mengangkat kisah seorang anak nelayan yang cerdas dan berbudi luhur serta menjadi panutan di kampungnya.

Namun perjalanan hidup tokoh utama berakhir tragis setelah dibunuh oleh jaringan pengedar narkoba karena dianggap mengancam aktivitas mereka.

Cerita kemudian berlanjut lewat sosok sang adik, Santana, yang bertekad meneruskan perjuangan dan nilai-nilai kebaikan abangnya demi menjaga desanya dari pengaruh buruk narkoba.

Di tengah perjuangannya, Santana juga dihadapkan pada konflik batin saat menjalin kedekatan dengan Dr. Amelia, perempuan yang merupakan kekasih mendiang sang abang.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *